Rektor Unibraw Tantang Mahasiswa Tuntaskan Masalah PKL

Laporan : Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

MALANG, (Tubas) – Rektorat Universitas Brawijaya (Unibraw) akhirnya bersikap lunak menyikapi tuntutan pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di areal kampus setempat. Bahkan pihak rektorat menantang PKL, berikut pendukungnya, mahasiswa Unibraw untuk membuat konsep penataan sebagai salah satu solusi penggusuran.

Hal itu ditegaskan Pembantu Rektor II Unibraw, Ainur Rasyid di depan para PKL yang menggelar aksi demo didukung puluhan mahasiswa yang menolak penggusuran pedagang kecil dari areal kampus, Jumat (18/3) sore.

Lebih lanjut, dia menambahkan pihaknya siap melakukan kajian bersama atas konsep yang dibuat mahasiswa dan PKL. “Apakah dengan adanya konsep ini nantinya tidak ada penggusuran, tergantung hasil kajian nantinya,” tutur Rasyid.

Soal Surat Edaran (SE) Rektorat nomor 1217/H10/LI/2011 tentang pelarangan PKL berjualan di di areal kampus mulai Senin (21/3), Rasyid menyatakan sementara ini surat edaran itu ditangguhkan. Kebijakan ini sebagai langkah memberi kesempatan bagi PKL maupun mahasiswa yang menentang kebijakan itu membuat solusi yang saling menguntungkan.

“Sekali lagi kami menunggu konsep yang akan ditawarkan. Selain itu kami meminta tidak ada aksi demonstrasi. Kalau pun tetap ada aksi lebih baik ada pemberitahuan, bila tidak kami akan bersikap tegas,” tandas Rasyid. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar