RI-Bangladesh Perkokoh Kerja Sama Industri Kereta Api Sampai Pakan Ternak

JABAT TANGAN – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mewakili Pemerintah Indonesia didampingi Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) I Gusti Putu Suryawirawan (kanan) disambut oleh Duta Besar Banglaadesh untuk Indonesia Azmal Kabir pada acara Perayaan Hari Kemerdekaan ke-47 Bangladesh di Jakarta, 26 Maret 2018. (tubasmedia.com/ist)

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Indonesia dan Bangladesh memiliki hubungan bilateral yang sangat baik, terutama dalam hal penguatan kerja sama di bidang ekonomi khususnya sektor industri. Ini terlihat dari nilai perdagangan kedua negara yang mengalami peningkatan, di mana tahun 2014 mencapai USD1,38 miliar dan menjadi USD1,65 miliar pada tahun 2017.

“Ekspor komoditas utama Indonesia antara lain CPO, kereta api dan komponennya, serta kertas karton. Sedangkan, impor barang terbesar dari Bangladesh yaitu benang,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Perayaan Hari Kemerdekaan ke-47 Bangladesh di Jakarta, Senin malam (26/3).

Pada kesempatan tersebut, Menperin mewakili Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasinya terhadap Bangladesh yang telah mempercayai PT INKA untuk mendukung dalam pengembangan konektivitas Bangladesh. Perusahaan industri kereta api ini secara bertahap mengirimkan 400 gerbong kereta ke Bangladesh.

“Kerja sama antara PT. INKA dengan Kereta Api Bangladesh dalam pembelian gerbong kereta api sudah ditandatangani sejak tahun 2017. Hal ini akan menjadi tonggak sejarah berbagai peningkatan kerja sama kedua belah pihak untuk yang akan datang,” papar Airlangga.

Selain itu, Menperin menyampaikan, PT. Japfa Comfeed Indonesia berencana mendirikan pabrik baru di Bangladesh yang akan fokus menghasilkan produk pakan ternak. Ini menandakan geliat industri nasional yang mampu berinvestasi dan melakukan ekspansi di luar negeri, sekaligus menunjukkan daya saingnya di tingkat global.

“Ke depannya, kerja sama ini akan diarahkan langsung untuk membentuk usaha bersama dalam komponen permesinan dan pemeliharaannya, serta kerja sama teknis atau peningkatan kapasitas tenaga kerja Bangladesh,” tutur Airlangga.

Menperin meyakini, peluang kerja sama kedua negara masih sangat luas dan menjanjikan mengingat adanya potensi besar pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan Bangladesh. “Indonesia punya pasar yang besar dan tenaga kerja yang banyak. Pemerintah Indonesia juga terus menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan kemudahan bagi para pelaku industri untuk menjalankan usaha,” ujarnya.

Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia Azmal Kabir mengungkapkan, Pemerintah Bangladesh sangat senang bisa bermitra dengan Indonesia di segala bidang dan berharap hubungan bilateral ini akan semakin meningkat ke depannya. (ris)

Berita Terkait

Komentar

Komentar