RI-Jepang, Olah Sampah Jadi Listrik

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menggelar pertemuan ketiga kerja sama Indonesia dan Jepang dalam pengolahan sampah menjadi listrik. Pertemuan ini dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut.

Luhut menyampaikan masalah sampah sudah sejak lama tidak menjadi perhatian Indonesia. Hal itu dia sampaikan dalam sambutannya di hadapan Wakil Menteri Lingkungan Hidup Jepang Arata Takebe.

“Masalah sampah ini cukup lama kurang jadi perhatian Indonesia. Tapi tahun lalu presiden perintahkan percepat proses pengolahan sampah ini. Secara pribadi saya sangat terlibat masalah ini karena termasuk 80% sampah sampah dari darat yang mengotori laut,” katanya di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, kemarin.

Untuk mempercepat penyelesaian masalah sampah di Indonesia, pemerintah melibatkan Jepang. Negara tersebut dianggap berpengalaman dalam mengolah sampah.

“Kami harap kerjasama dengan Jepang bisa percepat prosesnya, kami bekerja cepat. Apa yang perlu kami bantu untuk percepat perusahaan Jepang masuk Indonesia, kami senang membantunya,” ujarnya.

“Kami senang kalau Jepang bisa masuk di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali. Banyak kota lain yang bisa segera dimasuki,” lanjutnya.

Dalam rangka mempercepat program pengolahan sampah untuk dijadikan energi listrik, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) 35 Tahun 2018.

“Kami baru keluarkan Perpres 35/2018 mengenai pengolahan sampah ini. Dalam peraturan presiden itu ada 12 kota sebagai percontohan penanganan sampah,” tambahnya.(sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar