RI Tawarkan Insentif Fiskal untuk Relokasi Industri Mebel China

JAKARTA, (tubasmedia.com) РDelegasi Indonesia yang dipimpin Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong akan bertolak ke China dalam rangka menarik  investasi dari Negeri Panda khususnya di bidang industri furniture yang berorientasi ekspor ke Amerika Serikat. Degelasi tersebut, sesuai rencana akan bertolak 9 Oktober 2019.

“Persiapannya telah dilakukan, antara lain dengan mengadakan rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi di Istana Negara beberapa waktu lalu,”ujar Dirjen Industri Agro, Kementerian Perindustrian, ¬†Abdul Rochim di Jakarta, Senin (30/9).

Menurutnya, rapat di Kantor Presiden tersebut membahas berbagai insentif yang akan ditawarkan kepada investor asal China khususnya di bidang industri mebel agar tertarik merelokasi industrinya dari China ke Indonesia, khususnya setelah terjadi perang China-AS.

Menurut Abdul Rochim, selain menawarkan insentif fiskal berupa “pembebasan” PPN untuk kayu log, pemerintah juga akan menyediakan lokasi pabrik serta kemudahan dalam perizinan investasi.

“Saat ini sedang dijajaki beberapa lokasi khusus untuk industri mebel, antara lain di Blora, Pemalang, Kendal, Grobogan dan Sukabumi,” ujar Abdul Rochim.

Ditambahkan investor mebel China keberatan membeli tanah untuk pabriknya di Indonesia. Karena itu, pemerintah akan menyediakan lokasi khusus untuk industri mebel dengan sistem sewa.

“Kemungkinan lokasi yang dipilih adalah di Jawa Tengah agar bisa memanfaatkan akses jalan tol Trans Jawa. Presiden juga minta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk melancarkan segala urusan perizinan dan birokrasi,” kata Abdul Rochim.

Sebagai catatan, nilai ekspor mebel China hanya ke Amerika Serika saja, mencapai US$ 26 miliar per tahun sdementara ekspor Indonesia ke mancanegara hanya US$ 1,7 miliar per tahun.

Artinya, kata Rochim dengan direlokasinya industri mebel asal China ke Indonesia pasca perang dagang China-AS, sekitar US$ 3 miliar saja bisa kita raih nilai ekspornya dari Indonesia ke Amerika Serikat, sudah sangat menggembirakan. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar