Ribuan Buruh Industri Padat Karya, Januari-Maret akan Terkena PHK

images

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ribuan buruh di sektor industri padat modal mulai terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan puluhan ribu buruh lainnya berpotensi di-PHK, bahkan ribuan buruh di sektor padat karya pun sudah ter-PHK.

Hal itu dikatakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kepada pers di Jakarta, Senin (1/2).

KSPI menduga pemerintah dan Apindo/Kadin tidak mengumumkan ribuan PHK buruh ini karena dua faktor. Pertama, pemerintah berusaha “menutup-nutupi” angka PHK ini karena “takut” dianggap gagal dalam menjalankan paket kebijakan ekonomi. Nanti kalau sudah ramai di media tentang PHK ini barulah pemerintah akan mengumumkan sedikit-sedikit dan Apindo/Kadin akan mengamini perlahan-lahan yang kemudian ujung-ujungnya meminta insentif lagi.

Kedua, ketidakmampuan pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang salah satu penyebabnya kebijakan upah murah. Hal ini diperparah dengan sikap pengusaha yang menyatakan tidak ada efek apapun di sektor riil dari paket kebijakan ekonomi tersebut.

Said Iqbal menjelaskana, perusahaan raksasa dan menengah yang sudah pasti melakukan PHK ribuan buruh pada Januari-Maret 2016 ini adalah PT Panasonic (ada dua pabrik di Cikarang-Bekasi dan Pasuruan), PT Toshiba, PT Shamoin, PT Starlink, PT Jaba garmindo (tekstil), PT Ford Indonesia. Puluhan perusahaan yang bergerak dalam industri motor dan mobil seperti PT Yamaha dan PT Astra Honda Motor, dan PT Hino. Komponen motor dan mobil seperti PT Astra Komponen, PT AWP, PT Aishin, PT Mushashi, dan PT Sunstar.

“Perusahan-perusahan itu sudah mem-PHK dan akan mem-PHK ribuan karyawan kontraknya dengan tidak memperpanjang kontrak dengan pekerjanya lagi,” sebut Said Iqbal.

Kesemua pabrik tersebut berlokasi di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Pasuruan, dan Medan. Bahkan anggota KSPI yang ter-PHK di industri pertambangan dan perminyakan (KKKS) sudah mulai melaporkan ancaman PHK terhadap puluhan ribu buruh.

Oleh karenanya, lanjut Said Iqbal, KSPI mendesak pemerintah wajib melindungi ribuan buruh yang sudah ter-PHK tersebut dan puluhan ribu lainnya yang terancam PHK di sektor elektronik, garmen, tekstil, motor, komponen motor dan mobil, perminyakan, dan jasa penunjang perminyakan dan pertambangan.

“KSPI juga mendesak hentikan retorika keberhasilan paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan dan hentikan proyek mercusuar seperti proyek kereta cepat,” demikian Said Iqbal. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar