Ribuan Siswa Purwokerto Dibekali Mengamalkan Pancasila

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Bupati Banyumas, Drs. Mardjoko, MM. saat bersalaman dengan para siswa

PURWOKERTO, (Tubas) – Ribuan siswa-siswi TK, SD, SMP dan SMA di kota Purwokerto mendapatkan pembekalan dari para instruktur, di antaranya para anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Banyumas, Kepala Dinas/Lemtekda, akademisi Perguruan Tinggi, Kepala SMA, organisasi profesi, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat dan para tokoh agama, pada acara pencanangan Gerakan Indonesia Bergema Pancasila yang dipusatkan di SMA N 1 dan SMA N 2 Purwokerto, Selasa (7/6) pekan lalu.

Pembekalan dilanjutkan dengan apel bersama di lapangan olah raga SMA N 2 Purwokerto dan bakti sosial. Materi pembekalan antara lain tentang Ideologi dan moral Pancasila, bela negara, toleransi beragama, kepemimpinan, kepemerintahan, Undang-Undang Lalu Lintas, demokrasi, hukum, kebebasan pers, kebijakan publik, dan kebudayaan.

Di antara narasumber adalah Bupati Banyumas, Drs Mardjoko MM yang memberikan materi tentang kepemimpinan, dan Wakil Bupati Banyumas, Ir. Achmad Husein dengan materi tentang kepemerintahan.

Komandan Korem 071 Wijaya Kusuma, Kol. Inf. Nono Sumarsono selaku pembina apel mengatakan, kita harus bangga menjadi warga negara Indonesia karena memiliki Pancasila. Masyarakat Banyumas juga harus bangga karena banyak pahlawan berasal dari Banyumas.

Kol Nono berpesan agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila didalami, dimengerti, diamalkan dan dilestarikan oleh para siswa sebagai generasi penerus bangsa, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bupati Drs. Mardjoko, MM. dalam keterangannya berpesan, Pancasila harus diajarkan dan diberitahukan kepada semua mayarakat secara murni dan tulus, lebih khusus kepada para guru/pendidik untuk dapat memberikan tauladan perilaku yang baik.

Secara khusus dalam ungkapan khas bahasa Banyumasan, Mardjoko berharap, para guru/pendidik supaya resik atine (bersih hatinya), resik pikirane (bersih pikirannya), resik ucapane (bersih ucapannya), dan resik tidakane (bersih tindakannya), sebagai wujud pengamalan nyata nilai-nilai Pancasila sehingga dapat dicontoh oleh murid-muridnya. (jhon h)

Berita Terkait

Komentar

Komentar