Rini Soemarno tidak Memiliki Kompetensi Sebagai Menteri BUMN

Rini-Soemarno

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu menggelar jajak pendapat untuk melihat kinerja dan tindakan korporasi yang dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyusul hangatnya isu perombakan kabinet (reshuffle) yang akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo,.

Menurut Ketua Balitbang FSP BUMN Bersatu Supriyono, survei mendapati bahwa sebagian besar responden menilai Rini Soemarno tidak memiliki kompetensi sebagai Menteri BUMN.

“Survei didapati bahwa 78,3 persen dari 937 responden mengatakan bahwa Rini Soemarno dinilai tidak memiliki kompentensi, dan hanya 21,7 persen yang mengatakan Rini memiliki kompentesi sebagai Menteri BUMN,” bebernya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/6).

Supriyono mengatakan, kecilnya kompetensi Menteri Rini dalam survei tercermin dari lemahnya komunikasi politik yang dilakukan terhadap DPR serta partai pendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Temuan survei juga didapati bahwa 80,2 persen responden menyatakan bahwa Rini Soemarno tidak memiliki leadership yang kuat dalam memimpin kementerian BUMN. Hanya 19,8 persen saja yang mengatakan Rini Soemarno memiliki leadership yang baik sebagai menteri.
Hal ini, lanjut Supriyono, tercermin ketika Menteri Rini menganti begitu saja Direktur Badan Urusan Logistik (Bulog) yang baru diangkatnya sendiri tanpa alasan dan ukuran kinerja yang jelas.

“Artinya Rini tidak memiliki pertanggunggugatan tertinggi atas sukses atau gagalnya seluruh gerak organisasinya. Dan responden menilai Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN sibuk dengan pencitraan dan segala bentuk kepura-puraan,” paparnya. (ril/sabar)

Berita Terkait