Rp 100 Triliun Subsidi Listrik Tidak Tepat Sasaran, Kenapa ?

021214-NASIONAL-16

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Harry Azhar Aziz menyebut penyaluran subsidi listrik yang dikucurkan pemerintah sekitar hampir Rp100 triliun pada tahun anggaran 2013 tidak tepat sasaran.

“Tentang ketahanan energi, BPK menekankan subsidi listrik tidak tepat sasaran. Subsidi listrik justru dinikmati pelanggan kelas menengah, besar dan pemerintah. Pelanggan tipe ini seharusnya tidak menikmati jatah subsidi listrik,” katanya saat membacakan laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I tahun 2014, dalam rapat paripurna DPR, Selasa (2/12)

Oleh karena itu, tambah Harry BPK merekomenasi kepada pemerintah untuk peninjauan kembali pemberian subsidi listrik agar tepat sasaran. “Atas rekomendasi BPK, pemerintah telah menindaklanjuti dengan menerbitkan peraturan menteri ESDM No 9 Tahun 2014 yang mengatur tarif listrik PLN,” ujarnya.

Dalam laporannya, Harry menyebutklan BPK telah membantu pemerintah menghemat subsidi dari yang Rp385,46 triliun menjadi Rp380,04 triliun. “Turunnya sebesar 5,42 triliun,” katanya. (nisa)

Berita Terkait

Komentar

Komentar