Rumah Kapolda DIY Diancam Bom

Laporan : S Eka Ardhana

Ilustrasi

Ilustrasi

YOGYAKARTA, (Tubas) – Setelah Jakarta, giliran Yogyakarta yang diteror ancaman bom. Rabu sore (16/3) rumah dinas Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Brigjen Ondang Sutarsa, di Jalan Laksda Adisucipto Yogyakarta menerima ancaman bom. Ancaman itu disampaikan melalui surat yang dikirim lewat jasa pos.

Menurut Wakapolda DIY, Kombes Pol Tjiptono, seorang pengantar surat sekitar pukul 15.00 WIB datang menyerahkan surat kepada petugas jaga rumah dinas. Surat itu ditujukan kepada Kapolda DIY Brigjend Ondang Sutarsa. Di amplop surat itu tertera nama si pengirim surat Purwito warga Dusun Patran, Banyuraden, Gamping, Sleman.

“Isi surat itu ya ancaman akan meledakkan rumah dinas Kapolda DIY ini dengan bom,” jelas Kombes Tjiptono, Rabu. “Kurang lebihnya isi surat itu begini, saya akan meledakkan bom di depan rumah dinas Anda. Bom saya rakit di sebelah timur Warung Bakso Mbogo, Dusun Patran, Banyuraden, Gamping. Saya juga akan melakukan teror di daerah lain di Yogyakarta,” lanjutnya.

Tak hanya sebatas itu. Tjiptono menjelaskan, surat itu juga berisi nama-nama yang akan dijadikan sasaran terror di Yogyakarta. Diakui pula, Polres Sleman dan Kodim Sleman sebelumnya juga sempat menerima surat semacam yang berisi ancaman terror, tapi dengan pengirim yang berbeda.

Sejauh ini Polda DIY sedang melakukan penyelidikan terhadap ancaman terror bom tersebut. Namun belujm diketemukan barang-barang yang mencurigakan. Sedang alamat si pengirim yang tertera di dalam surat diketahui fiktif.

Sehari sebelumnya Jakarta dikejutkan dengan paket-paket buku berisi bom yang dikirimkan kepada aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Absar Abdalla melalui Kantor KBR 68 H di Kompleks Komunitas Utan Kayu dan Kalakhar Badan Narkoba Nasional (BNN) Komjen Gories Mere di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, No 11 Cawang, Jakarta Timur. Paket bom yang dikirim ke Ulil sempat meledak dan melukai dua polisi dan seorang Satpam. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar