Rupiah Dinilai Memiliki Sentimen Positif Untuk Menguat

rupiah

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memaparkan, di awal pekan kemarin, laju Rupiah mampu berakhir di zona hijau. Meski rilis data-data di AS sebelumya cukup positif dan membuat laju US$ mengalami kenaikan namun, masih dapat diimbangi oleh pergerakan Yuan yang mampu berbalik positif setelah merespon penurunan suku bunga acuannya.

Pelaku pasar di Tiongkok lebih memperhatikan dampak dari keputusan penurunan suku bunga tersebut dibandingkan imbasnya langsung bagi mata uangnya. Rupiah pun ikut terimbas naik seiring dengan kenaikan Yuan sehingga dapat melampaui kekhawatiran kami sebelumnya.

“Harapan berlanjutnya laju Rupiah kembali sirna setelah Yuan berbalik melemah,” tutur Reza, Senin (18/5/15).

Padahal laju US$ sedang mengalami pelemahan terhadap Euro dan sejumlah mata uang lainnya namun, oleh karena pelaku pasar berpandangan bahwa dengan turunnya suku bunga PBoC rate, ekonomi China masih dalam perlambatan maka pelaku pasar pun kembali melepas Yuan dan berimbas negatif pada Rupiah.

Tidak jauh berbeda dengan IHSG di mana laju Rupiah pun mampu kembali bergerak positif seiring masih berlanjutnya pelemahan US$ yang memberikan keuntungan bagi Rupiah untuk dapat menguat. Apalagi laju US$ juga terimbangi dengan penguatan Yen setelah dirilis data-data Jepang yang cukup positif sehingga dapat menutup sentimen dari berbalik turunnya Yuan.

“Selain itu, belum stabilnya rilis data-data ekonomi AS memberikan spekulasi belum akan adanya kenaikan suku bunga The Fed yang dipercepat sehingga turut menambah daya Rupiah untuk berbalik menguat,” terang Reza.

Rilis surplus neraca perdagangan senilai US$ 450 juta dan harapan akan kian sempitnya defisit current account cukup memberikan sentimen positif bagi Rupiah. Rp 13.260-13.135 (kurs tengah BI) (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar