Rupiah Melemah Karena Pengaruh Bahan Baku Luar Negeri

rupiah-anjlok

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dikabarkan semakin terpuruk menembus Rp12.800 pada awal perdagangan Kamis (12/2/2015), dibanding penutupan kemarin pada Rp 12.723.

“Rupiah menjadi lemah ini kan karena kita terlalu tergantung bahan baku dari luar. Kalau kita tidak tergantung yakin rupiah kita akan kuat,” kata Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo usai rapat kerja dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/2/2015).

Edi menyatakan, sementara ini volume impor di pemerintahan Jokowi-JK belum menunjukkan perubahan menurun secara signifikan. Meski demikian, politisi Gerindra ini melihat, ada upaya pemerintah mengurangi impor seperti dibidang pertanian memutuskan menghentikan impor beras, sementara daging direncanakan baru dua tahun mendatang baru dapat melakukan pengurangan impor.

“Ya sementara ini kan belum ada perubahan signifikan baru beras yang dilarang, pak menteri sudah selalu tegas tidak akan menerima beras, kecuali beberapa yang lain produk produk lain yang masih kosong. katanya daging masih butuh dua tahun ini kita lihat saja,” jelasnya.

Disisi lain, Komisi IV dipastikan optimis mendukung target pemerintah swasembada pangan dalam waktu tiga tahun. “Kami tidak akan mengurangi pengawasan kritis kami, tanggung jawab kami terhadap apa yang sudah diputuskan hari ini. Tentunya kalau ada seperti perubahan dolar naik dan sebagainya kami yakin sudah diantisipasi,” tandasnya. (nisa)

Berita Terkait

Komentar

Komentar