Saleh Husin Cetak Lima Gol ke Gawang Tim Futsal NTT

20151106_-menperin-futsal-d

KUPANG, (tubasmedia.com) – Di sela kunjungan kerja ke Pulau Rote, Menteri Perindustrian Saleh Husin menyempatkan diri untuk meladeni ajakan bermain bola bersama Tim Futsal Provinsi Nusa Tenggara Timur di GOR Flobamora, Kupang, Jumat petang (6/11/2015).

Dalam pertandingan persahabatan itu, Saleh Husin mampu melesakkan lima gol. Berkostum hijau stabilo, ayah tiga anak itu lincah mengimbangi para pemain tim utama futsal yang tengah dipersiapkan untuk pra PON XIX 2016 ini.

“Saya sengaja main bareng untuk menyemangati mereka, apalagi bisa bikin gol. Memotivasi anak-anak muda memang paling mengena jika kita bersama-sama mereka, kita jadi saling mengenal secara personal, tanpa jarak dan membuat mereka percaya diri,” kata Menperin di sela-sela istirahat babak pertama.

Saleh Husin yang kelahiran Ba’a, Rote Ndao 52 tahun silam itu mengacungkan jempol untuk para pemain NTT. “Potensi atlet-atlet NTT sangat besar. Futsal NTT berkembang sangat bagus. Berlatih dengan disiplin dan keras, akan membawa keberhasilan,” ujar Saleh Husin.

Dia mencermati, kondisi alam provinsi di sisi tenggara Indonesia yang keras turut membentuk atlet-atlet NTT tangguh, gigih dan pantang menyerah. Selain itu, pendidikan dan latihan juga memberi bekal sehingga selalu optimistis.

Saleh Husin sendiri sedari muda menggemari olah raga pemacu adrenalin. Dia pemegang sabuk hitam taekwondo dan sempat menggeluti balap gokart, serta gemar merumput di lapangan bola ukuran stadion sebelum tren futsal belakangan ini.

Di Jakarta, salah satu menteri Kabinet Kerja ini juga beberapa kali bermain futsal bersama kolega, termasuk para wartawan Kementerian Perindustrian dan Wartawan Istana Kepresidenan.

“Jika waktunya pas, ayo saja main bola. Seperti main di Kupang, ini juga spontanitas,” ujar Saleh yang terbiasa bermain full-time sebagai penyerang.

Kunjungan Menteri Perindustrian di NTT untuk meresmikan pembukaan Festival Serat dan Warna Alam Indonesia ”Swarna Fest 2015” di Pantai Nemberala, Kabupaten Rote Ndao, Pulau Rote.

Acara yang digelar oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kemenperin itu diikuti oleh 350 penenun dan pelaku industri kecil lainnya. Pada festival itu, Museum Rekor Indonesia menyerahkan piagam rekor pada Kemenperin dengan kategori “Menenun Serat dan Pewarna Alami dengan Peserta Terbanyak”. (ril/sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar