Sang “Raja” Media Surat Khabar itu jadi Tersangka Terimbas Korupsi

korupsi

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta Adi Toegarisman menetapkan, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mulai diperiksa, Kamis depan (11/6/15) tidak lagi sebagai saksi melainkan sebagai tersangka.

Kejahatan yang dipersangkakan terhadap pemenang bakal calon presiden hasil seleksi Partai Demokrat yang dimotori Presiden Susilo Bambang jelang Pemilihan Presiden 2014-2019 itu, ketika pemilik Jawa Pos Group tersebut menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN),

Distatuskan sebagai tersangka, sang “Raja” media surat khabar ini diduga terimbas korupsi terkait proyek pengadaan dan pembangunan gardu induk listrik PLN di Jawa. Bali dan Nusa Tenggara pada tahun anggaran 2011-2013.

Proyek 21 unit gardu listrik itu dianggarkan sebesar Rp 1,7 triliun yang penggunaannya harus dipertanggungjawabkan oleh tersangka selaku Dirut PLN sekaligus sebagai kuasa pengguna anggaran. Menurut Adi, penetapan Dahlan sebagai tersangka, setelah sebelumnya yang bersangkutan selama lima setengah jam menjalani pemeriksaaan sebagai saksi. Dari hasil, penyidikan akhirnya ditemukan dua alat bukti.

Ketika ditanya, alat bukti apa saja, Adi menegaskan di antaranya dari keterangan saksi. Dari hasil penyidikan tim khusus Kejati DKI Jakarta, terungkap akibat “permainan” pengadaan gardu listrik yang dianggarkan sebesar Rp 1,7 triliun itu keuangan negara “diembat” hingga merugi sebesar Rp 33 miliar.  Senasib dengan Dahlan, dalam kasus ini, sebelumnya Kejati telah menetapkan 15 tersangka yang juga turut “berjamaah” (marto)

Berita Terkait

Komentar

Komentar