Satu orang meninggal, sembilan luka dan18 kios terbakar di Taput

TARUTUNG, (tubasmedia.com) – akibat gempa tektonik dengan parameter terkini hasil analisis 5,8 magnitudo di wilayah Tapanuli Utara mengakibatkan satu orang meninggal dunia sembilan orang luka dan 18 kios terbakar sekitar pukul 2.30 wib Sabtu dini hari 1/10.

Hal itu adalah merupakan data sementara disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Indra Sahat Hottua Simaremare.

berdasakan data sementara gempa bumi yang mengguncang Taput mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sembilan orang luka, dan menimbulkan kebakaran atas 18 kios di Pasar Sarulla, hingga mengakibatkan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan sebutnya.

“hingga saat ini dilaporkan satu warga meninggal dunia, sembilan luka, kios hangus terbakar, dan sejumlah rumah warga serta fasilitas umum mengalami kerusakan,” ujar Indra kepada wartawan. dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Tarutung dan  sementara dua orang lainnya dirawat di Puskesmas ungkapnnya.

Indra menambahkan bahwa  sejumlah rumah penduduk dan fasilitas umum lainnya juga mengalami rusak ringan dan berat,

Terpisah, Pelaksana tugas Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika Daryono mengungkapkan, wilayah Tapanuli Utara telah diguncang gempa tektonik yang memiliki parameter terkini hasil analisis 5,8 magnitudo yang memiliki dampak getaran dan dirasakan oleh semua penduduk Taput, Sabtu 1/10

Dalam siaran resmi BMKG, gempa bumi terjadi pada pukul 02.28.41 WIB, Sabtu, 1 Oktober 2022, dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,11° LU ; 98,83° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada kedalaman 10 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas  sesar besar Sumatra segmen Renun. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau ‘strike slip’,” urainya.

Gempa bumi tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan dengan skala intensitas VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk dan semua terkejut dan lari keluar), daerah Sipahutar dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), daerah Singkil dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah),  daerah Tapaktuan dan Gunung Sitoli dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Hingga pukul 08.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 58 kali aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M5,1 dan magnitudo terkecil M2,5.

Sementara di Daerah kecamatan Parmonangan Lamhot Aritonang warga setempat melalui seluiernya mengatakan akibat gempa itu Gereja HKBP Ranggit git mengalami kerusakan bagian Layar (palas palas) dan juga rumah warga ada yang retak retak “masyarakat berhamburan pagi tadi kehalaman takut goncangan gempa yang kuta dan lama”ujar Lamhot.

Sementara itu itu Kepala BPBD Humbahas Rommel Silaban kepada tubasmedia.com menjelaskan bahwa hingga berita ini dikirimkan belum mendapat laporan dampak gempa di Humbahas “kita telah memerintahkan Camat untuk membuat laporan dampak gempa,dan sampai saat ini kita masih menunggu laporan dari Kecamatan”terangnya. (edison ompusunggu)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.