Sazkia, Mayoret Berprestasi di Sekolah

Laporan: Redaksi

Andi Sazkia Najma

Andi Sazkia Najma

JAKARTA, (Tubas) – Menjadi seorang mayoret grup marching band itu tidak gampang. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Memiliki keberanian, energik, berpenampilan menarik, cantik dan berprestai secara akademik. Semua persyaratan itu dipenuhi Andi Sazkia Najma atau yang kerap disapa Sazkia.

Putri pasangan Andi Mujahidin dan Nurhakimah itu merupakan satu dari lima mayoret group marching band Swara Cantika SDN LB 04/16 yang sudah sering tampil diberbagai acara marching band hingga lomba menari. Disamping mahir memainkan tongkat mayoret, Sazkia juga memiliki prestasi gemilang di sekolahnya. Sejak duduk di bangku kelas satu hingga saat ini selalu meraih rangking pertama .

Saat ditemui tubasmedia.com di sekolahnya SDN Lobang Buaya 04 Pagi, Cipayung, Jakarta Timur, baru-baru ini, Sazkia yang lahir di Jakarta 7 November 2001 ini mengaku keterampilan memainkan tongkat mayoret diperoleh lewat latihan secara tekun dan kerja keras dan selalu percaya diri setiap tambil bersama group marching band Swara Cantika SDN LB 04/16. ” Saya bangga dan senang ikut marching band ini, selain untuk mengasah kemampunan juga menambah pengalaman,” katanya. Tak butuh waktu lama bagi Sazkia dan group marching band-nya membuktikan diri dengan tampil di berbagai acara marching band, mulai dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) hingga acara di tingkat kementerian.

Selain sibuk dengan group marching band Swara Cantika SDN LB 04/16, Sazkia juga aktif mengikuti kegiatan seni tari di sanggar tari Anjungan Kalimantan Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sazkia pernah menyabet juara pertama lomba seni tari di salah satu mall besar di Jakarta. Bakat seni tarinya membuat dirinya sering diundang tampil di berbagai acara di sejumlah daerah di antaranya Bali, Kalimantan Barat dan Bogor.

Bagi Sazkia prestasi yang diperoleh itu belum lengkap jika tidak disertai prestasi di sekolah. Hal itu telah dibuktikannya dengan selalu menempati peringkat pertama di kelas. “Saya tidak akan melupakan kewajiban sebagai seorang pelajar. Sebuah prestasi itu tidak akan sukses tanpa belajar di sekolah,” kata siswa yang bercita-cita ingin menjadi dokter itu. (saripudin)

Berita Terkait

Komentar

Komentar