Sebagai Industri Hijau, PT CSB Bisa Menghemat Biaya Produksi

PERALATAN IPAL- Dengan peralatan IPAL, perusahaan bisa melakukan recycle air. Yudi Sutisna sedang menjelaskan tata kerja peralatan dimaksud.-tubasmedia.com/sabar hutasoit

 

BANDUNG, (tubasmedia.com) – PT CAVE Sumber Berkat (CSB), ingin menjadi produsen plastik yang dapat menjaga lingkungan tetap bersih, sehat dan hijau di wilayahnya secara khusus dan di seluruh Indonesia pada umumnya.

Hal itu diutarakan Direktur PT CSB, Yudi Sutisna menjawab pertanyaan wartawan kenapa perusahaan yang memproduksi kemasan dan biji plastik itu ikut dalam kegiatan Green Indystri Award. di kantornya, Kawasan Industri Kopo, Bandung, Jawa Barat, Senin

Selain itu juga, PT CSB ingin memperoleh pengakuan dan kepercayaan dari pemerintah sebagai perusahaan yang menjalankan perusahaan industri yang menghasilkan produk yang ramah lingkungan.

Dikatakan oleh Yudi, dengan masuknya perusahaan yang dipimpinnya sebagai industri hijau dan ramah lingkungan, sejumlah keuntungan telah dirasakan perusahaan.

Disebut misalnya, penggunaan air menjadi lebih hemat karena air yang digunakan selama proses, dapat didaur ulang kembali melalui proses teknologi sehingga air tersebut dapat digunakan kembali alias recycle.

Demikian juga biaya listrik. Setiap tahun, penggunaan listrik bisa terhemat paling sedikit 5 persen hanya karena perusahaan menganut industri hijau.

Sebagai green industry, lanjut Yudi, penggunaan bahan baku daur ulang dari defect hasil produksi sendiri sehingga diharapkan dapat mengurangi sampah plastik di lingkungan.

Namun ditambahkan, agar geen industry benar-benar tercipta, perusahaan harus dengan serius menanganinya melalui sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang harus terintegrasi. Peralatannya-pun kata Yudi tidak boleh asal-asalan, melainkan harus yang berkualitas dan jangan asal ada.

‘’Kami melaksanakan sistem IPAL dengan peralatan yang kami siapkan secara serius dengan investasi yang tidak sedikit tentunya,’’ kata Yidi sembari menunjuk peralatan yang didatangkan dari Jepang.

Mereka juga katanya secara rutin melakukan analisa air, analisa udara dan analisa kebisingan agar perusahaan ini tetap eksis dan jangan sampai mencemari lingkungan sekitar.

Mereka juga tidak mau perusahaan tersebut menjadi hanya menara gading di sekitarnya. Warga sekitar yang mau bekerja di pabrik, semuanya mereka tampung tanpa syarat administrasi formal misalnya.

;Kami tidak pernah tanya latar belakang pendidikan, yang penting mereka mau dengan jujur dan disiplin bekerja sesuai kemampuan mereka,’’ kata Yudi.

Kegiatan industri hijau, lanjutnya, tidaklah menjadi beban bagi perusahaan, malah sebaliknya, meningkatkan daya saing karena disana-sini terjadi penghematan.(sabar)

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar