Sejumlah Usaha Tutup Akibat ACFTA

Laporan : Sabar Hutasoit

ASEAN-China Free Trade Area

ASEAN-China Free Trade Area

BANDUNG, (Tubas) – Dampak dari diberlakukannya ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA), telah menunjukkan bahwa ada indikasi terjadinya injuries maupun potensi injuries terhadap beberapa industri. Indikasi injuries ditandai antara lain terjadi penurunan produksi sekitar 25-50 persen.

“Bahkan ada beberapa usaha yang sudah tutup dan ada juga yang beralih dari produsen menjadi assembling dan packaging seperti industri permesinan,” tegas Menteri Perindustrian, MS Hidayat pada acara “Workshop Pendalaman Kebijakan Industri untuk Wartawan” di Bandung, Jumat (08 April 2011).

Industri yang terindikasi injured menurut menteri adalah produk tekstil, alas kaki, elektronika, furniture (kayu dan rotan), mainan anak-anak, permesinan, besi baja, makanan dan minuman serta kosmetika.

Selain telah terjadi penurunan produksi juga telah terjadi penurunan penjualan di pasar domesik antara 10 hingga 25 persen, penurunan keuntungan antara 10-25 persen dan pengurangan tenaga kerja pada sektor-sektor industri antara 10 hingga 25 persen.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Kementerian Perindustrian sudah dan sedang berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengambil langkah-langkah pengamanan dan peningkatan daya saing industri tersebut.

Salah satu diantaranya adalah melakukan MoU (memorandum of understanding) dengan Ditjen Bea Cukai untuk menyediakan data impor dengan negara-negara mitra FTA dan pengetatan pengawasan impor di tujuh pelabuhan utama. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar