Sekjend Gakeslab Ingatkan Pemerintah Jangan Berburu di Kebun Binatang….

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Sekretaris Jenderal Gabungan Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Indonesia, Randy H. Teguh mengatakan jika berkaca pada kondisi pandemi Covid-19 saat ini maka terjadi pemahaman yang perlu dibenahi. Pasalnya, pertumbuhan memang terjadi pada produk alkes tetapi hanya yang berkaitan dengan penanganan Covid-19.

“Mereka yang dapat keuntungan hanya yang berkaitan dengan Covid-19 dan juga untuk penanganan pasien seperti jarum suntik, perban, juga untuk alkes yang dibutuhkan RS yang menambah kamar misalnya tempat tidur. Namun, banyak juga yang jeblok karena tidak bisa berpraktik,” katanya, Senin (8/3/2021).

Randy mencontohkan kondisi merugi dirasakan sejumlah alkes untuk dokter gigi atau dokter THT yang tidak bisa praktik selama pandemi. Oleh karena itu, sejak awal kondisi ini terjadi pihaknya mengaku selalu mengajukan komplain jika dianggap sebagai industri yang mendapat nilai poitif. Menurut Randy, pihaknya juga masih sulit menerima arah perluasan pajak jika ke depan industri ini benar-benar akan dijadikan objek.

“Mungkin kami lebih ke industri netral dalam kondisi ini, prinsipnya jika intensifikasi itu untuk pengusaha yang belum tertib pajak atau komponen yang kemarin direlaksasi akan dikembalikan menjadi normal mungkin silakan, tetapi jika pada yang sudah tertib rasanya kok kasihan juga. Jangan sampai berburu di kebun binatang deh,” ujarnya.

Randy mengemukakan pemerintah juga harus berhati-hati terhadap industri alkes. Secara kualitatif, lanjut Randy, industri ini cukup memiliki sensitifitas harga. Dia memberikan contoh untuk harga rapid test Covid-19 saja harus dilakukan dengan kontrol yang penuh. Belum lagi, APD dan sejenisnya yang tentu harus sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.

“Begini, kalau cost naik otomatis pajak naik, akhirnya harga jual juga ikut naik. Sebenarnya jika penghasilan kami besar maka akan mengerek penerimaan pajak juga seperti PPN, PPh 25, PPh gaji, jadi mau pajak di mana lagi?” kata Randy. (ris)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar