Sekolah Kemenperin Siap Produksi Ventilator

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian turut mendorong produksi ventilator yang akan dimanfaaatkan sebagai alat bantu pernapasan untuk pasien Covid-19.

Langkah ini sejalan dengan tekad pemerintah terkait upaya penangangan virus corona di tanah air melalui penyediaan peralatan kesehatan buatan dalam negeri.

“Guna mencapai sasaran tersebut, perlu adanya kolaborasi di antara stakeholder, seperti pemerintah, pelaku industri dan akademisi,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko S.A Cahyanto di Jakarta, Rabu (25/11).

Kepala BPSDMI Kemenperin menyampaikan, pihaknya telah meninjau pelaksanaan pelatihan perakitan ventilator yang diselenggarakan PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (YPTI) di SMK SMTI Yogyakarta. “Pada pekan kemarin, saya dan Irjen Kemenperin, Bapak Arus Gunawan, melakukan kunjungan kerja untuk melihat langsung pelatihan tersebut,” ujarnya.

Menurut Eko, pelatihan yang berlangsung selama 18-27 November 2020 itu merupakan wujud nyata sinergi antara unit pendidikan vokasi milik Kemenperin dengan pelaku industri.

“Dengan memanfaatkan teaching factory yang sudah kami punya, SMK SMTI Yogyakarta juga didorong untuk bisa membuat alat-alat kesehatan seperti ventilator. Ini menjadi model bagi pendidikan vokasi di Indonesia,” paparnya.

Eko mengungkapkan, SMK SMTI Yogyakarta menjadi satu-satunya sekolah vokasi di tanah air yang dipercaya sebagai SIEMENS Certification Center di Indonesia. Sekolah tersebut juga diusulkan menjadi model untuk pembentukan German Indonesia Vocational Institute (GIVI).

“Pelatihan perakitan ventilator antara SMK SMTI Yogyakarta dengan PT YPTI ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, pengalaman dan untuk menyiapkan peserta, yang merupakan para guru SMK SMTI Yogyakarta dengan dibantu oleh para siswa, agar dapat merakit ventilator skala industri yang memenuhi standar kesehatan,” terangnya.

Melalui pelatihan tersebut, lanjut Eko, diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) kompeten yang siap dan mampu untuk berkontribusi terhadap kemajuan industri alat kesehatan nasional. Sebab, saat ini industri alat kesehatan masuk sebagai satu dari tujuh sektor yang mendapat prioritas pengembangan berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0.(sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar