Sekolah Tenun Dibutuhkan agar Tenun tidak Punah

IMG_5257

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Konsep kedaulatan sandang pada dasarnya menjadi satu kesatuan dengan kedaulatan pangan dan papan mengingat ketiga hal tersebut menjadi kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi sebagaimana konsep kedaulatan pangan telah menjadi salah satu agenda prioritas dalam nawacita presiden dan wakil presiden.

Hal itu dikatakan Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka Ditjen BIM Kementerian Perindustrian, Muhdori kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin.

Konsep kedaulatan sandang menurutnya adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri dapat menentukan kebijakan pengelolaan sandangnya yang menjamin hak atas sandang bagi rakyatnya, serta memberikan hak bagi masyarakatnya untuk menentukan sistem pengelolaan sandang yang sesuai dengan memaksimalkan seluruh sumberdaya lokal.

Konsep kedaulatan sandang lanjutnya lagi, perlu didukung dengan konsep ketahanan sandang yaitu kondisi terpenuhinya dengan baik kebutuhan sandang bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya sandang yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangka serta konsep kemandirian sandang yaitu kemampuan produksi sandang dalam negeri yang didukung kebijakan pengelolaan sandang yang mampu menjamin pemenuhan kebutuhan sandang yang cukup di tingkat rumah tangga, baik dalam jumlah, mutu, keamanan, maupun harga yang terjangkau, yang dihasilkan oleh industri dalam negeri dengan memaksimalkan sumberdaya dalam negeri.

Menjawab peranyaan disebut, konsep kedaulatan sandang harus memanfaatkan seluruh potensi sumberdaya yang ada termasuk bahan baku dan tenaga kerja lokal dalam proses produksinya serta memperkuat keterkaitan antara industri hulu, antara dan hilir industri tekstil dan produk tekstil dalam rangka memenuhi kebutuhan sandang nasional.

Dalam rangka mendorong kedaulatan sandang nasional, Kementerian Perindustrian telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri TPT antara lain :
a. Melaksanakan Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri TPT, alas kaki dan penyamakan kulit termasuk IKM sandang sejak tahun 2007 mengingat sambutan yang positif dari berbagai pihak dan kemampuan Program ini untuk mendorong peningkatan kinerja industri dan penyerapan tenaga kerja.
b. Memfasilitasi peningkatan kemampuan SDM industri TPT dan alas kaki. Program ini menjadi perhatian kami juga mengingat adanya peningkatan teknologi yang harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan dari tenaga kerja;
c. Meningkatkan upaya pengelolaan impor dan pengamanan pasar dalam negeri melalui kebijakan non-tariff measures, SNI Wajib, P3DN dan rencana pembatasan pelabuhan masuk untuk produk hilir tekstil;
d. Mendorong industri untuk dapat melakukan diversifikasi produk dengan mengembangkan technical textile, home textile, geo textile atau medical textile;
e. Menjamin ketersediaan bahan baku melalui fasilitasi pendirian logistic base for cotton, serta mendorong investasi industri zat warna dan bahan penolong;
f. Promosi produk dalam negeri melalui fasilitas pameran domestik maupun internasional;
g. Program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN);
h. Meningkatkan keterkaitan antara sektor hulu, hilir dan antara industri tekstil dengan melakukan bussines matching antara tiga sektor industri tersebut agar nilai tambah yang diberikan dapat lebih maksimal.
i. Melaksanakan Program National Branding untuk produk sandang dari dalam negeri, sehingga merek Indonesia yang selama ini dipandang sebelah mata dapat menunjukkan kualitasnya kepada dunia dan tentunya mendorong kemajuan industri dalam negeri mengingat nilai tambah merek yang perlahan sudah dapat dinikmati industri dalam negeri.
j. Saat ini Kemenperin melalui Ditjen IKM memiliki program restrukturisasi mesin peralatan dimana tenun merupakan salah satu komoditi yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan potongan harga dalam pembelian alatnya.
k. Menggalakkan penggunaan serat dan zat warna alam melalui pelatihan dan swarna festival yaitu festival yang memamerkan produk tekstil/tenun yang menggunakan serat alam dan perwarnaan alam yang dilaksanakan setiap tahun.
l. Mendorong dibuatnya sekolah tenun untuk menjaga tenun agar tidak punah kelangsungannya dengan menciptakan sumber daya manusia yang terampil di bidang tenun.
Pengembangan industri TPT kedepan dilaksanakan dengan mengacu Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN). (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar