Selain Singapura Ternyata Lima Negera Lain Sudah Pernah Menolak UAS

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ternyata Singapura bukanlah negara pertama yang menolak masuk Ustaz Abdul Somad (UAS). Sebelumnya, UAS tercatat pernah ditolak masuk beberapa negara, dari mulai Hong Kong, Timor Leste, Inggris dan juga Belanda.

Berikut Daftar Negara yang Pernah Menolak Ustaz Abdul Somad:

  1. Hong Kong

Negara pertama yang menolak UAS adalah Hong Kong. UAS ditolak masuk ke Hong Kong pada Desember 2017. UAS berencana menggelar dakwah untuk TKI di negara itu sebelum dideportasi imigrasi Hong Kong.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI saat itu, Lalu Muhamad Iqbal, mengonfirmasi bahwa Hong Kong memiliki hak sepenuhnya untuk menolak UAS. Pun negara itu tidak memiliki kewajiban untuk menjelaskan alasan di baliknya.

  1. Timor Leste

Ustaz Abdul Somad ternyata pernah ditolak masuk ke Timor Leste. Peristiwa itu terjadi pada tahun 2018 silam. Petugas imigrasi menghadangnya karena menduga sang ustaz terlibat terorisme.

Menurut UAS, imigrasi Timor Leste melarang UAS setelah mendapat fax dari Jakarta, sejam setelah UAS mendarat di Bandara Timor Leste. “Imigrasi dapat fax dari Jakarta, bahwa bapak (UAS) teroris. Tapi itu dulu sebelum pilpres 2018, ya maklumlah mungkin kedatangan saya ke sana mempengaruhi pilpres, waktu itu kan ada 2 calon, satu Pak Prabowo satu lagi incumbent, saya dikhawatirkan condong, itu kan dulu 2018, sekarang 2022,” ujar UAS di akun YouTube Hai Guys Official.

  1. Belanda

Di tahun berikutnya 2019, UAS ditolak masuk ke Belanda. Saat itu, UAS mau masuk ke Belanda via Swiss. Namun imigrasi Swiss tidak mengizinkannya masuk. Alasannya, karena paspor UAS tidak memiliki akses masuk ke negara itu. Petugas mendeportasi UAS via Thailand.

  1. Jerman

Di tahun yang sama, otoritas Jerman juga melarang UAS masuk ke negara mereka. UAS merasa kebingungan lantaran dia bahkan tidak pernah mengunjungi Eropa sebelumnya.

  1. Inggris

Ustaz Abdul Somad juga pernah bermasalah terkait dokumen saat akan mengunjungi Inggris. Dia bahkan tidak diizinkan menumpangi pesawat Royal Brunei.

“Satu jam setelah check-in, ternyata mereka langsung ter-connect jaringan internasional, pesawat Royal Brunei tidak mengizinkan berangkat karena visa saya di-cancel. Padahal visa itu udah ada,” jelas UAS pada 2020.(sabar)

 

Berita Terkait