Selama 2014, Bencana Alam Tewaskan 566 Orang

060115-nas2

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Sebanyak 566 orang tewas akibat bencana alam di Indonesia selama 2014. Dari 1.525 kejadian bencana tahun 2014, sebanyak 2,66 juta penduduk mengungsi dan menderita, lebih dari 51.000 rumah rusak, dan ratusan bangunan umum rusak. Kerugian ekonomi puluhan triliunan rupiah.

Informasi yang dipetik dari laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (6/1/2015) menunjukkan, kerugian tersebut dirinci dari dampak kebakarah hutan dan lahan Rp 20 triliun, banjir Jakarta Rp 5 triliun, banjir di Pantura, Jawa Rp 6 triliun, banjir bandang di Sulawesi Utara Rp 1,4 triliun, banjir dan longsor di 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah Rp 2,1 triliun, dan lainnya.

Disebutkan, 99 persen bencana itu adalah bencana hidrometeorologi. Puting-beliung yang paling dominan selama 2014, yaitu 496 kejadian, kemudian banjir (458) dan longsor (413).

Menurut catatan BNPB, dalam tiga tahun terakhir puting-beliung jenis bencana yang paling banyak terjadi, menewaskan 57 orang, mengakibatkan 10,707 orang mengungsi, dan lebih 23.000 rumah rusak. Ancamannya makin meningkat dan menyerang semua wilayah, baik perdesaan maupun perkotaan.

Longsor dikategorikan bencana yang paling mematikan selama 2014. Sebanyak 343 orang meninggal dan hilang akibat longsor, atau 60 persen dari total korban tewas akibat bencana. Longsor di Banjanegara, yang menewaskan 99 orang dan 11 hilang, merupakan bencana dengan korban terbanyak.

Berdasarkan data, konsentrasi bencana terbanyak di Provinsi Jabar (290 kejadian), Jateng (272), Jatim (213), Aceh (51), dan Sumsel (480). Di wilayah Jabar, paling banyak di Bogor (37), Bandung (31), Sukabumi (29), Garut (26), dan Cianjur (23).

Pihak BNPB mengimbau pemda Jawa Barat agar memperhatikan hal itu. Sebab bencana selalu berulang di daerah-daerah tersebut. Penduduk yang tinggal di daerah rawan bencana hendaknya terus ditingkatkan kapasitasnya. (ril/ender)

Berita Terkait

Komentar

Komentar