Selesaikan Kesejahteraan Buruh

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengaku khawatir dengan banyaknya demo buruh, belakangan ini bisa merusak iklim investasi. Masalahnya, hal tersebut dapat berdampak pada hengkangnya investasi dari dalam negeri. Oleh karena itu masalah demo dan kesejahteraan buruh harus diselesaikan. Ia mengatakan, siap memfasilitasi sampai masalah benar-benar terselesaikan.

Ketika ditemui di kantornya, baru-baru ini, Hatta Rajasa mengatakan, ini ujian bagi bangsa. Kita harus membuktikan apakah betul kita bakal menjadi negara tujuan investasi yang baik dan apakah kita bisa menunjukkan bahwa dalam upaya mendorong mesin pertumbuhan, investasi menjadi urutan pertama.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengungkapkan, sedikitnya 100 perusahaan akan mogok produksi. Ancaman ini merupakan respons atas aksi buruh dan tidak adanya kepastian hukum.

Sofjan menuturkan, pihaknya tengah melakukan konsolidasi agar hal ini tidak terjadi. Namun, dia mewanti-wanti para pengelola pabrik di Bekasi, Karawang, Bogor, dan Purwakarta. “Kita saat ini masih rapat (terkait demo pengusaha) dan sedikitnya 100 pengusaha yang ingin lockout atau berhenti produksi sementara,” kata Sofjan saat dihubungi, pekan lalu.

Sangat Krusial

Lebih lanjut Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, masalah demo buruh harus segera diselesaikan agar tidak merusak iklim investasi. “Ini masalah yang sangat krusial untuk kita selesaikan. Tidak mungkin kita bisa mencapai investasi yang kita harapkan jika tidak didukung dengan iklim investasi yang baik, salah satunya adalah masalah perburuhan,” ujarnya.

Ia menjamin masalah kesejahteraan buruh bisa diselesaikan jika semua mau bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut. Ia berjanji memfasilitasi sampai masalah tersebut benar-benar terselesaikan.

“Oleh sebab itu saya betul-betul meminta dan selalu saya fasilitasi agar kawan-kawan dari serikat pekerja tidak mengambil keputusan sendiri dan teman-teman yang lain duduk bersama-sama. Selalu ada jalan keluar untuk memecahkan persoalan perburuhan kita, apakah itu menyangkut upah, apakah itu mencakup outsourcing, apakah itu menyangkut hal-hal lain yang berkaitan dengan kesejahteraan,” tegasnya.

Hatta menyatakan, jika iklim investasi Indonesia buruk maka seluruh bangsa Indonesia akan merugi. “Ingat kalau sampai iklim investasi kita dianggap tidak kondusif, maka yang rugi kita semua, bangsa ini yang rugi. Jadi, saya betul-betul meminta agar dicarikan satu solusi yang baik. Jangan ada mogok, karena mogok itu akan merugikan kita semua, dan saya siap memfasilitasi, bahkan terjun ke bawah pun saya siap, tidak ada masalah dan saya optimistis, ini bisa kita pecahkan,” tandasnya.

Hatta Rajasa mengatakan, para buruh tidak perlu melakukan aksi sweeping dengan mengajak buruh lain untuk ikut mogok dan melakukan demo yang malah mengganggu aktivitas ekonomi.

“Saya sudah bicara dengan serikat pekerja, jangan dilakukan sweeping, karena jika sekali dilakukan sweeping, kita tidak dapat menahan orang lain ikut-ikutan merusak, mulai dari merusak bangunan,” katanya.

Asosiasi Pengusaha Asing

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto sesaat hendak meninggalkan Vientiane, Laos, Selasa (6/11), mengatakan, aksi buruh sudah sampai tahap mengkhawatirkan. Para pengusaha asing sudah frustrasi dan sedang mempertimbangkan untuk hengkang dari Indonesia. Dalam jangka pendek, aparat penegak hukum diimbau segera bertindak tegas, karena yang dilakukan buruh sudah jelas melanggar hukum positif Indonesia.

“Sejumlah asosiasi pengusaha asing di Jakarta sudah menggelar rapat untuk merespons aksi buruh di Jadebotabek. Jika tidak ada perbaikan, kemungkinan besar mereka hengkang,” katanya.

Asosiasi pengusaha asing yang sudah menggelar rapat internal, antara lain, pengusaha Jepang dan Jerman. Jika aksi buruh tidak segera diatasi, semua isu positif tentang Indonesia dan iklim investasi yang sudah bagus akan memburuk. Padahal, kata Suryo, untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi di atas 6,5 persen setahun, investasi harus terus meningkat.

Prestasi yang bagus sudah dicapai Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Investasi langsung di Indonesia naik 30 persen per tahun. Aksi buruh akan menurunkan minat investasi. Bahkan, pemodal asing bisa hengkang.

“Semua hasil sosialisasi Indonesia di luar negeri, termasuk kunjungan Presiden RI, yang sudah menuai hasil, akan sia-sia,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian MS Hidayat yang juga masuk dalam rombongan Presiden SBY dalam kunjungan ke London dan Vientiane mengatakan, demo buruh adalah hak buruh yang diakui di Indonesia dan di berbagai negara demokrasi.

Tapi, tindakan buruh yang dilakukan hingga hari ini, yakni menyandera, menghasut, men-sweeping, dan menduduki pabrik sama sekali sudah di luar batas kepatutan hukum dan etika.

“Para buruh mestinya paham juga hak pihak lain dan masa depan pekerja Indonesia. Kalau demo anarkis seperti ini, para buruh juga yang akan rugi,” kata Hidayat.

Gertakan Belaka

Pada perkembangan lainnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KPSI), Andi Gani, menyatakan, isu ratusan perusahaan akan mogok produksi dan beberapa perusahaan lagi akan hengkang adalah gertakan belaka.

“Kita siap hadapi ini. Kami tidak yakin 1000% jika mereka ingin hengkang. Indonesia adalah negara kedua dengan tingkat konsumsi terbesar di dunia setelah China,” katanya.

Ia menambahkan, keinginan para pengusaha untuk hengkang adalah bohong besar. Ini adalah isu mencari-cari kesalahan dan menutupi apa yang mereka perlakukan kepada tenaga kerjanya.

“Mereka bohong, mereka perlakukan segala sesuatu yang melanggar undang-undang,” tuturnya.

Andi mengemukakan, pihaknya menginginkan sikap tegas pemerintah melalui Permenakertrans No 13/2012 untuk dapat menyelesaikan sengketa yang terjadi antara pihak pekerja dan pengusaha.

“Kami tidak takut, dan kami persilakan kalau mau lock out, tetapi bayar kewajiban tenaga kerja. Kita akan menghadapi kalau Permenakertrans terbaru tidak sesuai dengan apa yang kita mau. Kita akan mogok tiga hari jika tidak sesuai dengan apa yang ingin kami maui,” katanya. (tim red)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.