Seluruh Kabupaten di Sumut akan Jadi Lumbung Pangan

MENINJAU-Presiden Jokowi didampingi Menko bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dan beberapa Menteri lainnya meninjau kawasan Food Estate di Desa Ria-ria Kecamatan Pollung Humbahas.-tubasmedia.com edison oppusunggu

 

DOLOKSANGGUL, (tubasmesia.com) – Seluruh kabupaten yang tersebar di Propinsi Sumatera Utara akan dijadikan lumbung pangan. Kabupaten dimaksud adalah Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Pakpak Bharat.

Presiden Republik Indoneaia Joko Widodo mengatakan hal itu saat melakukan peninjauan Kawasan Food Estate di Desa Ria-ria Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan(Humbahas) Sumatera Utara Selasa 28/10.

“Sudah dua kali saya ke Kalimantan Tengah. Di sana juga akan dibangun  food estate  khusus untuk padi dan singkong. Di sini (Sumatera Utara) ada luas lahan 60.000 hektare yang akan digunakan.untuk Food Estate seluas 30.000 hektare,” jelas Jokowi.

Sebagai langkah awal pengembangan, di Humbang Hasundutan akan terlebih dahulu dibangun sebuah kawasan hortikultura yang akan menempati lahan seluas 215 hektare.

Komoditas yang akan diproduksi dalam lahan tersebut di antaranya  bawang merah, bawang putih dan kentang dengan segala produk turunan dan olahannya.

Pada kesempatan itu, Jokowi meninjau penanaman bibit komoditas hortikultura yang telah disiapkan.

“Insyaallah nanti, ini sudah mulai (tanam), akan kita lihat hasilnya kira-kira 2 sampai 2,5 bulan ke depan. Akan kita lihat nanti,” jelasnya.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa  proyek pengembangan lumbung pangan baru, baik di Kalimantan Tengah maupun di Sumatera Utara, ingin melihat proses bisnis yang terintegrasi dimana nantinya akan dijalankan. kemudian akan disempurnakan dan dapat menjadi contoh bagi pengembangan lumbung pangan serupa di provinsi-provinsi lainnya.

“Saya rasa kita ingin melihat model bisnisnya seperti apa, proses bisnis yang akan dilakukan di sini seperti apa, hitung-hitungannya sudah ada. Ini akan menjadi contoh untuk provinsi-provinsi lain yang ingin membuat  food estate” kata Presiden.

Pengolahan lahan di lokasi pengembangan 215 hektare lahan tersebut akan melibatkan setidaknya tujuh kelompok tani yang menaungi 169 petani di Desa Ria-Ria kecamatan Pollung.

Korporasi petani memang akan menjadi basis dari pengembangan kawasan lumbung pangan baru di sejumlah wilayah.

Nantinya, pengembangan kawasan itu akan dilakukan secara terintegrasi mencakup proses pertanian, perkebunan, atau peternakan dengan mekanisasi pertanian dan melakukan hilirisasi pascapanen untuk menghasilkan produk-produk olahan yang akan meningkatkan nilai tambah.

Presiden Jokowi pada peninjauan food estate itu didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. (edison ompusunggu)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar