Seluruh Kader Golkar Diminta Puasa Bicara

241214-nas1

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Konflik yang terjadi di internal Partai Golkar mulai menemui titik terang, setelah juru runding dari kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie melakukan pertemuan di Kantor DPP Partai Golkar, Selasa 23 Desember 2014 kemarin.

Bendahara DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Bambang Soesatyo, meminta seluruh kader partai beringin bisa menahan diri untuk tidak berbicara di hadapan publik yang dapat mengganggu proses perundingan dan memperkeruh suasana damai yang mulai terjalin.

“Kami sendiri akan puasa bicara untuk menghormati para juru runding yang tengah bernegosiasi guna mencapai islah. Mulai saat ini, tidak ada lagi politik burung unta, burung Garuda, Golkar hitam atau Golkar putih,” kata pria yang kerap disapa Bamsoet dalam siaran persnya, Rabu (24/12/2014).

Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR itu kemudian berharap, partai bernuansa kuning itu bisa bersatu awal 2015. Sehingga menurutnya, musyawarah nasional rekonsiliasi tidak diperlukan lagi.

“Namun, apabila deadlock atau menemui jalan buntu, jalan terbaik yang dimungkin untuk ditempuh adalah pengadilan,” ujarnya.

Dia melanjutkan, Agung Laksono cs harus menerima keputusan apabila pengadilan memenangkan kepengurusan hasil Munas Bali. Sehingga, konflik di tubuh partai peninggalan masa orde baru itu segera berakhir.

“Kubu Ancol Jakarta harus patuh dan tunduk serta ikut kubu Munas Bali. Begitu juga sebaliknya jika kubu Ancol Jakarta yg dimenangkan, maka kubu Bali yang harus ikut. Sehingga para kader di tataran akar rumput tdk dibingungkan dengan pilihan siapa ikut kemana,” pungkasnya.(nisa)

Berita Terkait