Seluruh Pejabat Eselon Dua IKFT Kemenperin, Wajib Turun ke Lapangan Setiap Dua Minggu Sekali, Ini Alasannya…

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Seluruh pejabat eselon dua setingkat direktur dan sesditjen Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, wajib turun ke lapangan setidaknya sekali dalam dua minggu.

Hal itu dikatakan  Plt Dirjen IKFT, Ignatius Warsito kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin. Saat itu, Warsito didampingi Sesditjen IKFT, Abdulah.

Kebijakan turun ke lapangan kata Warsito sebagai langkah untuk mengetahui secara langsung keberadaan masing-masing industri, sebab untuk memacu pertumbuhan industri, saat ini tidak cukup lagi hanya mendengar laporan formal.

‘’Tapi secara rutin kita harus turun ke lapangan mendatangi setiap industri. Jika kita datangi, kita pasti bisa melihat seluruh permasalahan secara lengkap dan utuh, apakah itu menyangkut bahan baku, yang mana yang bisa diimpor dan yang mana yang harus menggunakan bahan lokal dan juga menyangkut permasalahan lain,’’ terang Waskito.

Selama ini, yang dilakukan untuk mengetahui perkembangan industri, memang hanyalah memanggil pelaku industri atau pimpinan asosiasi yang kemudian dirasa tidak cukup lagi. “Harus on the stop,’’ tegasnya.

Nah, lanjutnya, jika sudah dilihat dan didengar secara langsung seluruh permasalahan yang menyangkut maju mundurnya industri dimaksud, pihaknya selaku institusi pemerintah yang membina dan bertanggungjawab akan keberadaan industri, akan dapat dengan cepat dan tepat mengambil suatu kebijakan.

Apalagi dalam kaitan mengurangi bahan baku impor. Sebagaimana diketahui, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang membidik program substitusi impor 35 persen produk industri dalam negeri yang ditargetkan dapat tercapai pada akhir 2022. Dalam hal ini Kemenperin juga menargetkan sektor bisa berkontribusi dalam program ini hingga 60 persen.

Menurut Warsito, pihaknya melakukan justifikasi terhadap yang ada di sektor, khususnya sektor produk hilir IKFT. Pihaknya akan melakukan kalkulasi lagi sehingga pada akhir 2022 bisa mendapatkan angka 35 persen.

Menarik Investasi

Warsito menilai, substitusi impor yang mencapai 35 persen  bukanlah hanya sekadar menurunkan volume impor produk industri saja. Namun juga untuk menarik investasi produk-produk industri yang selama ini masih diimpor.

Tentang menarik investasi, tambah Warsito, dirinya bersama seluruh stafnya secara terus menerus berusaha menciptakan iklim investasi yang kondusif serta penuh keramahan.

Diakui oleh Warsito menarik investasi agar tumbuh berkembang di dalam negeri, bukanlah hal yang mudah dan tidak hanya tugas serta tanggungjawab satu kementerian saja. Namun dibutuhkan kerja sama dari seluruh stakeholder.

‘’Semua pemangku kepentingan, termasuk aparat Pemda di masing-masing wilayah, wajib harus terlibat. Eko system tak boleh sendiri,’’ tegas Warsito.

Warsito yakin betul, kalau investasi di sektor industri petrokimia akan terus berjalan sesuai yang dijadwalkan. Untuk itu katanya agar jadwal penarikan investasi dimaksud dapat terwujud sesuai waktunya, wajib disediakan bahan baku, energi, pasar dan sumber daya manusia yang layak pakai.

BPJS

Dalam kesempatan itu juga, Warsito mengatakan niatnya untuk bertemu dengan pimpinan BPJS Kesehatan guna membahas penggunaan obat-obatan buatan dalam negeri.

Pasalnya, produk-produk Kalbe Farma yang sudah memiliki TKDN di atas 40 persen, bisa kalah dalam lelang yang seharusnya menang. ‘’Ini kenapa bisa terjadi,’’ Warsito bertanya sambil melanjutkan, hal ini akan dibicarakan langsung dengan pimpinan BPJS Kesehatan sehingga produk-produk lokal apalagi yang TKDN-nya sudah di atas 40 persen, bisa menjadi tuan di negeri sendiri.(sabar)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait