Sentimen Negatif Picu Reaksi Pasar Berlebihan Buat IHSG Tersungkur

saham

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memaparkan, lagi-lagi harapan terhadap kenaikan lanjutan IHSG tidak terjadi. Harapan pelaku pasar untuk melihat IHSG berlanjut kenaikannya menjadi sirna dengan pembalikan arah melemah.

“Bahkan pelemahan yang terjadi terlalu lebay (berlebihan). Sudah jatuh tertimpa tangga pula plus ketiban lemari. Itulah kira-kira nasib dari IHSG di awal pekan ini. Itupun belum termasuk imbas dari pelemahan Rupiah. Jika termasuk, maka ditambah tertiban beton pula IHSG,” kata Reza, Selasa (16/6/15).

Sudah terimbas berita negatif dari Yunani, tertimpa imbas pelemahan bursa saham regional, ketiban rilis negatif dari neraca perdagangan pula. Angka neraca perdagangan memang menghasilkan angka surplus namun, tidak diimbangi oleh peningkatan angka ekspor dan impornya yang justru makin menurun.

Sebelumnya disampaikan bahwa meski masih terjadi aksi jual namun, dapat diimbangi oleh adanya aksi beli sehingga laju IHSG masih dapat menguat meski tipis. Arah IHSG pun terlihat masih galau untuk kembali melanjutkan kenaikannya seiring efek technical rebound yang belum sepenuhnya didukung sentimen positif secara fundamental dan kemungkinan turun akibat antisipasi terhadap belum jelasnya sentimen.

Pola sideways cenderung menguat tipis dapat dimungkinkan jika aksi beli masih dapat berlanjut. Jika tidak, tetap mewaspadai potensi penurunan kembali (jika ada). Tampaknya berbaliknya aksi beli asing tidak cukup mengimbangi aksi jual yang terjadi dan sentimen negatif dari berlanjutnya pelemahan laju Rupiah. Transaksi asing masih nett sell (dari net sell 426,67 miliar menjadi net buy Rp 13,94 miliar).

Pada perdagangan Selasa (16/6/15) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4795-4812 dan resisten 4900-4950. Laju IHSG gagal bertahan di atas area target support 4900-4925 dan belum mampu berada di area target resisten 4950-4975.

“Hanya karena adanya sentimen negatif, reaksi pasar terlalu berlebihan yang membuat IHSG tersungkur. Meski kami berharap akan adanya kenaikan agar dapat memberikan kesempatan pada para pelaku pasar untuk mendapatkan gain namun, jika aksi jual masih berlanjut maka IHSG pun dapat kembali melemah,” ujar Reza.

Saat ini posisi IHSG menyamai posisi di awal kuartal 2 tahun 2014. Pola pelemahan dapat dimungkinkan jika tidak ada penahan terhadap aksi jual tersebut. Tetap mewaspadai potensi penurunan kembali (jika ada). (angga)

Berita Terkait