Sentimen The Fed Masih Pengaruhi Rupiah

rupiah

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memaparkan, sentimen dari dalam negeri yang belum ada diharapkan untuk menguatkan nilai tukar Rupiah dan imbas dari pernyataan The Fed di akhir pekan sebelumnya dimana Gubernur The Fed, Janet Yellen, pada pertemuan di luar FOMC minutes, berbalik arah menyampaikan keinginannya untuk menaikkan suku bunga acuannya pada akhir tahun ini langsung membuat US$ bertenaga sehingga Rupiah pun lemas.

“Di sisi lain, turunnya kinerja beberapa emiten; masih belum adanya kejelasan kesepakatan Yunani dengan para kreditor; dan respon terhadap pidato Presiden ECB, Mario Draghi, yang mengindikasikan masih adanya perlambatan di Zona Euro turut menambah sentimen negatif bagi Euro sehingga makin membuka jalan lebar bagi US$ bergerak naik dan Rupiah pun kian terkena imbas negatifnya,” kata Reza, Senin (1/6/15).

Sentimen yang sama masih mempengaruhi laju US$ mulai dari imbas pernyataan The Fed di akhir pekan sebelumnya hingga masih melemahnya laju Euro seiring sikap keras kepala dari Yunani untuk menyelesaikan masalah utangnya.

Laju Rupiah masih terlihat terpuruk dan bahkan melemah lebih dalam. Meski beberapa data ekonomi AS menunjukkan adanya pelemahan namun, belum cukup kuat menahan kenaikan laju US$. Apalagi laju harga minyak masih menunjukkan pelemahan sehingga dimanfaatkan US$ untuk bergerak naik dan tentunya berimbas pada pelemahan laju Rupiah.

DI hari lainnya, ekspektasi positif akan penyelesaian masalah utang Yunani seiring dengan dibuatnya draft perjanjian untuk bantuan kepada Yunani memberikan amunisi yang cukup positif bagi laju Euro sehingga menguat. “Tentunya pergerakan tersebut dapat dimanfaatkan Rupiah untuk berbalik naik,” imbuh Reza.

Di sisi lain, meski sentimen The Fed yang berencana menaikkan Fed Rate di tahun ini masih turut menyertai namun, dengan harapan kenaikan tersebut tidak akan terlalu ekstrim membuat kenaikan laju US$ menjadi terbatas. Rp 13.285-13.190 (kurs tengah BI). (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar