Sepuluh Langkah Tingkatkan Daya Saing Industri Strategis Guna Mendorong Ekspor

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Guna meningkatkan daya saing sektor industri strategis dan mendorong ekspor nasional, GPEI maupun HIMKI mengajukan 10 langkah usulan yang harus diterapkan pemerintah.

Demikian terungkap dalam dialog interaktif bertema ‘Meningkatkan Daya Saing dengan Regulasi Produktif Untuk Peningkatan Ekspor Nasional” di gedung IPC Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Kesepuluh langkah gtersebut adalah; Pertama, mempermudah/memfasilitasi eksportir mendapatkan bahan baku dari lokal dengan fasilitas Kemudahan Lokal Tujuan Ekspor (KLTE) dan Optimalisasi Penggunaan PLB.

Kedua, Harmonisasi Kebijakan Pengembangan Industri Manufaktur dan Perlindungan pasar dengan memberikan fasilitas penurunan production cost bagi industri Upstream dan Intermediate Goods dan/ atau semi-finished products sehingga bisa bersaing dangan barang sejenis asal impor. Sedangkan Industri Hilir dilindungi, dengan Bea Masuk, Tariff & Non Tariff Barrier.

Ketiga, restrukturisasi permesinan/peralatan industri manufaktur menuju Global Supply Chain dan Industry 4.0, dimulai dari 10 industri andalan ekspor dan industri subtitusi impor bahan baku/penolong dan barang modal.

Keempat, memperkuat Industri Kecil-Mikro (downstream) sebagai jaminan pasar bagi Industri Besar-Menengah (Intermediate Goods dan/ atau semi-finished products).

Kelima, kerja sama perdagangan Internasional dengan negara-negara komplementer (kepeningan pasar) dan negara sumber bahan baku yang tidak diproduksi dan/atau terbatas pasokannya didalam negeri (kurang keekonomian).

Keenam, evaluasi Base Line Nilai UMK Karawang dan daerah lain sejenis, dan meninjau kembali/kaji pemberlakuan Upah Sektoral.

Ketujuh, menjadi bagian dari Global Supply Chain untuk produk yang memiliki value added (Intermediate Goods dan/ atau semi-finished products).

 Kedelapan, tidak mengeluarkan kebijakan yang kontra-produktif. Kesembilan, percepatan perbaikan insfrastruktur (jalan raya, rel Kereta Api, fasilitas pelabuhan dan bandara) dan terakhir, kesepuluh, penurunan suku bunga bank. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar