Sertifikasi Tenaga Ahli Geodesi Berbasis Kompetensi

Oleh:Agnes Sri Mulyani

 

KEBERHASILAN pembangunan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA). Dengan sumber daya manusia yang baik akan menghasilkan keluaran atau hasil yang baik pula. Pasalnya SDM mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pembangunan suatu bangsa, mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan pembangunan, baik itu pembangunan infrasruktur maupun pengelolaan sumber daya alam yang bertujuan mensejahterakan masyarakat.

Karena SDM merupakan aset intelektual yang dimiliki bangsa, dan SDM merupakan subyek yang menentukan, maka peningkatan kualitas SDM harus mendapat perhatian yang serius agar dapat dihasilkan SDM yang berkualitas dalam menghadapi berbagai tantangan Globalisasi.

Pada saat sekarang ini semua teknologi terus berkembang secara pesat. Demikian juga teknologi di bidang Geodesi, sehingga kemajuan teknologi di bidang Geodesi harus diimbangi dengan SDM yang kompeten di bidangnya.

Pengembangan SDM merupakan usaha yang dilakukan untuk membentuk manusia yang berkualitas, dengan memiliki keterampilan, kemampuan kerja dan loyalitas kerja kepada suatu perusahaan atau organisasi.

Sumber daya manusia yang kompeten di bidang Geodesi sangat diperlukan pada era Globalisasi untuk dapat bersaing di pasar yang kompetitif. Untuk itu peningkatan atau pengembangan SDM ahli di bidang Geodesi diperlukan treatmen khusus agar SDM ahli di bidang Geodesi dapat berkompetensi secara baik.

Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor Kep.328/MEN/IX/2009 telah diputuskan tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Konstruksi Bidang Konstruksi Gedung dan Bangunan Sipil Sub Bidang Transportasi Jabatan Kerja Ahli Geodesi Untuk Perencanaan Teknis Jalan dan Jembatan.

Dengan adanya surat keputusan tersebut, maka akan menjadi acuan dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kerja serta uji kompetensi dalam rangka sertifikasi kompetensi dan direncanakan setiap lima tahun sekali akan ditinjau ulang.

Untuk mengetahui bahwa seseorang kompeten di bidangnya, maka perlu adanya surat pengakuan bahwa orang tersebut merupakan orang yang memang ahli di bidangnya. Oleh karena itu setiap tenaga kerja diharuskan mempunyai sertifikat keahlian di bidangnya dan atau ketrampilan untuk mencapai adanya tuntutan kualitas tenaga kerja yang betul-betul dapat diandalkan.

Untuk bidang Geodesi, dengan adanya sertifikasi tenaga ahli, bertujuan untuk memberikan pengakuan terhadap profesi bidang ahli Geodesi dan dapat memberikan informasi kepada pengguna jasa bahwa kompetensi yang bersangkutan memenuhi bakuan kompetensi yang ditetapkan untuk klasifikasi dan kualifikasinya.

Untuk mendapatkan sertifikat keahlian, diperlukan pelatihan agar ada peningkatan SDM yang kompeten di bidangnya. Untuk pelaksanaan pelatihan perlu dipersiapkan materi yang disusun berdasarkan bidang keahliannya.

Sebagai usaha untuk peningkatan SDM, sangat perlu dipersiapkan materi untuk keperluan pelatihan tersebut, sehingga pada tanggal 31 Agustus s/d September 2016, 18 Oktober 2016 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jendral Bina Konstruksi, melalui Forum Group Discussion Kurikulum Pelatihan Berbasis Kompetensi (FGD KPBK) melakukan penyusunan materi kompetensi bidang ahli, salah satunya adalah untuk ahli Geodesi.

FGD di Balai Pendidikan dan Latihan Kementrian PUPR, Jakarta Selatan itu menampilkan narasumber terdiri dari beberapa kalangan diantaranya Kementerian PUPR, praktisi, serta kalangan akademisi.

Pengakuan dunia internasional tentu akan membawa dampak yang positif bagi tenaga kerja Indonesia. Hal ini tentu saja bukan hanya tugas pemerintah, namun secara bersama-sama dengan masyarakat untuk secara aktif dan sadar dalam meningkatan upaya meningkatkan kemampuan SDM.

Sedangkan untuk bidang survei dan pemetaan secara umum, sertifikasi profesi Geodesi diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Geomatika, lembaga yang memberikan sertifikasi terhadap seseorang di bidang Geomatika/Geodesi. (penulis adalah dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Jakarta).

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar