Simpang Jalan

Oleh : Edi Siswoyo

Ilustrasi

Ilustrasi

SEPERTI tak pernah bosan lembaga nirlaba internasional membombadir Indonesia. Selama tiga bulan terakhir, sudah tiga kali nilai buruk ditembakkan ke muka kita. Pertama, Indonesia dinilai sebagai negara gagal. Kedua, daya saing global melorot. Ketiga, kualitas demokrasi rendah dan reformasi kedododoran. Apa maksudnya?

Entahlah, yang pasti penilaian itu sebagai sebuah gambaran persoalan dan tantatangan yang dihadapi Indosesia. Terlepas dari subyektifitas yang–relatif–obyektif hasil kajian itu perlu kita hormati bersama sebagai potret persoalan dan tantangan yang harus kita jawab bersama.

Lembaga riset nirlaba Freedom House, pekan lalu, menilai kualitas demokrasi Indonesia rendah dan reformasi kedodoran. Hasil kajian lembaga riset dan advokasi bidang demokrasi dan hak asasi manusia itu menggambarkan posisi Indonesia sebagai negara yang sedang ada di persimpangan jalan.

Sebelumnya, posisi Indonesia dinilai memburuk dalam Indeks Negara Gagal 2012 yang disusun The Fund for Peace. Forum Ekonomi Dunia awal September lalu juga menyodorkan susunan posisi Indonesia yang melorot dalam Indeks Daya Saing Global.

Kita boleh kesal dengan penilaian itu sambil berteriak keras “terlalu”. Hasil penilaian berbagai lembaga internasional yang berpusat di Amerika Serikat itu sama-sama menunjukkan persoalan dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Misalnya, kajian Freedom House yang menggambarkan kualitas demokrasi Indonesia cenderung rendah dan proses reformasi kedodoran. Agenda perbaikan yang dilakukan masih membuat Indonesia masuk dalam daftar 35 negara di dunia yang ada di persimpangan jalan.

Memang tidak bisa dipungkiri penilaian Freedom House itu. Kita juga tidak bisa memungkiri terjadinya insiden penyerangan terhadap wartawan, pemilikan media oleh segelintir orang, sumbatan kemajuan oleh buruknya infrastruktur, pengangguran, kekerasan terhadap minoritas, lemahnya pendidikan dan kerusakan ekologis, kemunduran dalam penegakan hukum, jaminan kebebasan sipil dan perang melawan korupsi.

Sebaiknya hasil kajian tersebut kita perhatikan sebagai paparan tantangan dan persoalan di depan mata pemerintah dan masyarakat Indonesia. Langkah serius dan kongret perlu kita lakukan untuk menjawab tantangan dan persolan yang ada di depan mata kita! ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar