Sindiran Massa, Mabes Polri Diberi Obat Kuat

Bareskrim Polri

Bareskrim Polri

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Koordinator Front Rakyat Penegak Hukum dan Demokrasi, Budi Irfansyah (BI) mulai mencoba “menantang” nyali institusi penyelidik hukum. “Mabes Polri harus berani mengungkap kasus-kasus yang selama ini dianggap sepele dan didiamkan. Utamanya, kasus-kasus yang melibatkan tokoh-tokoh dan elite politik yang ada di Indonesia,” ujar BI mengisyaratkan tantangannya.

Menurut BI, langkah itu perlu dilakukan Polri agar tidak muncul persepsi adanya praktik tebang pilih dalam penanganan hukum di institusi tersebut. “Kami mendukung Polri dalam penegakan hukum yang terjadi di Indonesia khususnya yang melibatkan elit politik,” tandasnya.

Menurut BI, baru-baru ini tantangan itu telah disuarakan langsung bersama ratusan massa di depan kantor Mabes Polri Jakarta. Dalam aksi tersebut, BI dan kawan-kawan juga membawakan obat kuat untuk penyidik. Itu sebagai simbol agar Polri tetap kuat mengusut kasus-kasus yang selama ini mangkrak melibatkan para tokoh dan elit politik.

“Kami berikan obat kuat ini agar Mabes Polri bisa meningkatkan stamina, energi, dan tidak letoy memeriksa dan menangkap mereka,” sindirnya.

Kasus-kasus dimaksud antara lain adalah kasus “Lumpur Lapindo” yang diduga melibatkan ARB. Kasus itu membuat warga Lapindo terlantar karena rumah mereka habis tenggelam oleh lumpur Lapindo.

Kedua, kata dia, kasus pengemplangan pajak dan penambangan liar yang dilakukan oleh PT Arutmin yang dimiliki oleh ARB.

Berikutnya, lanjut Budi, kasus Tabloid Obor Rakyat yang sebelumnya telah dilaporkan oleh kubu Jokowi karena pencemaran nama baik dan fitnah.

“Kami meminta agar kasus-kasus itu (dari Lumpur Lapindo, Obor Rakyat, hingga Anarkisme FPI) bisa segera dituntaskan,” tandasnya.

Selain membawakan obat kuat untuk Mabes Polri, para pengunjuk rasa membawa spanduk dan poster yang berisi desakan bagi Mabes untuk memproses hukum para tokoh dan elite yang terjerat kasus itu. (marto)

Berita Terkait

Komentar

Komentar