Sintong Panjaitan: Tunjukkan 20 Komunis Indonesia, Saya Kasih Waktu Seminggu…

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Letnan Jenderal TNI (purn) Sintong Panjaitan menyebut komunis sudah tidak ada di Indonesia. “Perlu diluruskan mengenai komunis, jadi komunis itu sebetulnya menurut pendapat saya, udah kapok itu komunis di Indonesia, nggak ada komunis di Indonesia,” kata Sintong Panjaitan saat berbicara dalam Podcast di kanal YouTube Puspen TNI.

Sintong Panjaitan merupakan seorang saksi hidup sekaligus pelaku sejarah saat terjadinya peristiwa G30S. Kala itu ia masih menjadi perwira muda RPKAD (kini Kopassus) saat mengemban tugas penting saat peristiwa itu terjadi.

Dari pengalamannya menumpas PKI di masa itu, Sintong berpendapat bahwa PKI sudah kapok dan tidak ada lagi Komunis di Indonesia.

“Sekarang saya mau tanya, tunjukkanlah 20 komunis Indonesia ini, saya kasih waktu seminggu, yang betul-betul mereka komunis, supaya kita jelas, jangan membuat sesuatu yang tidak ada,” kata dia.

Menurut Sintong, orang yang mempelajari tentang liberal bukan berarti orang tersebut berpaham liberalisme. Pun demikian, orang yang mempelajari komunis bukan berarti dia memiliki paham komunisme.

“Sebetulnya masalah komunis itu ada dua macam, komunis sebagai ideologis, tapi anak-anak muda ini kan dia belajar mengenai liberalisme komunisme,” kata Jenderal lulusan Akmil 1963 itu.

“Apakah dengan belajar liberalisme ini jadi liberal, apakah belajar komunisme jadi komunis, tidak bias. Ada juga orang yang beragama Kristen mempelajari agama Islam, ada Islam mempelajari Kristen, itu untuk pengetahuan. Jadi sama saja, kalau kita mempelajari komunis belum tentu kita komunis,” sambungnya.

“Jadi sebetulnya tidak perlu saya rasa republik Indonesia ini bertengkar dengan sesuatu yang tidak ada,” kata Sintong yang kini berusia 80 tahun.

“Jadi dengan demikian saya rasa kita menghormati pendapat orang, tapi janganlah untuk disebarkan seolah-olah komunis di Indonesia itu sudah bergerak, tidak ada komunis di Indonesia,” jelasnya.

Ia pun berpesan kepada generasi saat ini, agar lebih bersikap Pancasila dan bangga dengan ideologi Pancasila tersebut.

“Perlu kau ketahui kamu mempunyai ideologi Pancasila yang terbaik di dunia, kau dalami Pancasila itu maka setiap orang yang berbeda pendapat berbeda apapun di situ ada tempatnya,” pesannya.

“Dari segi agama juga, engkau beragama apapun juga kau harus membela Pancasila karena agamamu itu tidak dilarang Pancasila, yang dilarang agamamu itu melawan agama orang lain,” tambahnya.

“Mudah-mudahan republik ini menjadi negara yang bagus, negara yang toleran dan negara yang aman tenteram,” harapnya. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar