Sistem Inovasi Pelayanan Publik Kemenperin Dinilai Terbaik

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Terobosan yang diterapkan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung berhasil masuk dalam jajaran TOP 40 Inovasi Pelayanan Publik 2017 yang dinilai oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Sebelumnya, capaian tersebut meraih Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2017 pada Mei lalu.

“Pemanfaatan teknologi informasi pelayanan publik di B4T dimulai sejak tahun 2004 seiring penggunaan Sistem Informasi Laboratorium (SIL),” kata Kepala B4T Bandung Budi Susanto seusai bertemu dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (21/8).

B4T Bandung merupakan unit litbang di bawah lingkungan Kementerian Perindustrian yang fokus pada bidang industri bahan dan barang teknik.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, SIL menjadi tonggak dimulainya transformasi sistem pelayanan yang merubah administrasi secara manual menjadi digital dengan tujuan membangun basis data yang mudah, efektif dan efisien, transparan dalam pelayanan publik B4T.

“Namun informasi dan transparansi pelayanan yang diberikan belum dapat dirasakan secara langsung oleh pelanggan, dan rekap data belum terintegrasi secara online dan real time,” ungkapnya. Oleh karenanya, SIL disempurnakan menjadi Sistem Informasi Pelayanan Jasa B4T (SIPEJAB4T).

Temuan tersebut didasari oleh pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 55 Tahun 2011 tentang Unit Pelayanan Publik. “Selain itu, penerapan SNI ISO 9001:2008, di mana klausul pengendalian rekaman, sasaran mutu dan fokus pada pelanggan merupakan persyaratan yang wajib dipenuhi,” terang Budi.

Menurutnya, beberapa hal yang terjadi sebelum pemanfaatan SIPEJAB4T, antara lain waktu penelusuran informasi pemesanan oleh pelanggan rata-rata 30 menit bahkan lebih, biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan dengan menelepon untuk sambungan lokal sekitar Rp3.750 sekali akses dan sambungan interlokal Rp30.000 sekali akses, serta informasi kepada pelanggan bersifat pasif dan terbatas pada permintaan pelanggan.(ril/sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar