Sistem Online di Industri Mampu Meningkatkan Efisiensi

 CENDERA MATA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menerima cendera mata dari Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada seusai Stadium General “Arah Kebijakan Industri Nasional” di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 23 September 2016.-tubasmedia.com/ist


CENDERA MATA – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menerima cendera mata dari Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada seusai Stadium General “Arah Kebijakan Industri Nasional” di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 23 September 2016.-tubasmedia.com/ist

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengingatkan kepada pelaku industri dalam negeri agar siap menghadapi era Industry 4.0.

Era ini menuntut pelaku industri untuk mengubah proses manufaktur dengan mengintegrasikan sistem berbasis online dalam sebuah mata rantai produksi.

Industry 4.0 menjadikan proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama. Semua obyek dilengkapi perangkat teknologi yang dibantu sensor mampu berkomunikasi sendiri dengan sistem teknologi informasi,” kata Menperin pada Kegiatan Stadium General Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah di Jakarta, Jumat (22/9).

Menperin mengatakan, penggunaan sistem online di industri mampu meningkatkan efisiensi mencapai 18 persen. Dalam waktu lima tahun, ujarnya, sebesar 80 persen perusahaan akan melakukan digitalisasi dalam rantai nilai bisnis.

Hal itu dipastikan Airlangga, karena berdasarkan hasil studi di Eropa, perusahaan-perusahaan di Benua Biru melakukan investasi mencapai €140 miliar sampai dengan tahun 2020 untuk penggunaan aplikasi internet di industrinya.

“Di sana, penggunaan internet sudah menjadi sangat penting untuk di sektor industri,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata Menperin, pihaknya mendorong penggunaan teknologi online atau internet oleh pelaku industri dalam negeri secara lebih intensif. Salah satu industri yang amat potensial berkembang melalui aplikasi online adalah industri makanan.

Pasalnya, jelas Airlangga, industri makanan saat ini telah berkembang pesat secara regional karena adanya faktor warisan budaya (cultural heritage).

“Dengan adanya aplikasi online, industri makanan dan minuman menjadi lebih berkembang karena didukung kemudahan distribusi dan informasi produk,” ungkapnya.(sabar)

 

Berita Terkait