Site icon TubasMedia.com

Subadra Larung di TMII

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

JAKARTA, (Tubas) – Anjungan Jawa Tengah (AJTe) di Taman Mini Indonesia Indah pekan lalu mengadakan pagelaran seni tradisional campursari dan wayang orang dari Salatiga. Acara tersebut juga diramaikan bazaar makanan khas dan kerajinan produk unggulan dari Kota Salatiga.

Menurut Kasi Informasi dan Budaya, Winarti Rahayu, duta seni Kota Salatiga menampilkan kesenian campursari dengan tari jentayu, tari senthewere dan wayang orang khas Jateng dengan lakon Subadra Larung. Lakon ini menceritakan kisah Raden Burisrawa yang sejak kecil sudah menaruh hati kepada Dewi Wara Subadra. Namun cintanya bertepuk sebelah tangan karena Subadra lebih mencintai Raden Permadi dan secara sah telah menjadi permaisuri Arjuna.

Winarti menambahkan Kota Salatiga merupakan tempat pengrajin batik tulis tradisional yang sering disebut Batik Selotigo dan Batik Plumpungan. Batik itu mempunyai motif yang unik dan khas Batu Rumpuk atau Watu Rumpuk yang merupakan susunan batu unik yang terdiri dari tiga batu besar dan kecil, maka diberi nama batik selotigo. Selo yang artinya batu dan tigo adalah tiga.

Kesenian tradisional yang berkembang di Salatiga di antaranya wayang kulit dan tari keprajuritan yang dilatarbelakangi perjuangan Pangeran Sambernyawa dan Pangeran Diponegoro yang berjuang melawan Belanda. Salatiga mempunyai bangunan kuno yang bernilai sejarah, peninggalan Belanda yang perlu dilestarikan. Makanan khas Salatiga yang sangat digemari masyarakat, enting-enting gepuk, keripik paru dan usus, karak dele dan gendar, dendeng sapi dan abon. (audy)

Exit mobile version