Sudah 17 Tahun Negara Tidak Juga Datang

jokooowi1

JAKARTA, (tubasmedia.com) –Sudah 17 tahun berlalu tapi negara tidak kunjung menyelesaikan pengungkapan kasus pelanggaran berat hak asasi manusia (HAM). Teka-teki masih meneyelimuti Tragedi Trisaktim Seanggi I dan II pada Mei 1998.

Badan Pekerja Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mencatat ada empat orang tewas, empat orang mengalami luka tembak , ratusan orang mengalami luka-luka akibat pemukulan aparat. Komisi Nasional HAM telah menyelidiki perkara dugaan pelanggaran HAM itu dan telah merekomendasikan pengusutan atas kasus berdarah tersebut.

Wakil Koordinator Bidang Advokasi Kontras Yati Andriyani mengatakan, Presiden Joko Widodo punya utang. Dalam janji kampanye pemilihan presiden 2014, Jokowi menyebut akan menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu secara berkeadilan.

“Tapi janji tersebut masih jauh panggang dari api karena tidak ada kejelasan kapan kasus-kasus pelanggaran HAM yang terhambat di Kejaksaan Agung,” ujar Yati dalam keterangannya kepada belum lama ini

Pemerintah telah membentuk tim teknis yang terdiri dari Polri, Kejaksaan Agung, Komnas HAM dan dinaungi di bawah Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan. Tim itu disebut-sebut perwujudan janji kampanye presiden untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu.

Namun, Yati belum melihat tim tersebut bekerja dan menghasilkan keputusan. Ia menengarai pembentukan tim tersebut hanya digunakan untuk rekonsiliasi tanpa mempertimbangkan akses keadilan, pemulihan kepada korban, dan pengungkapan kebenaran siapa-siapa saja auktor intelektualis yang terlibat di dalamnya.

Kontras juga meminta Jaksa Agung HM Prasetyo menjalankan fungi dan kewajiban untuk menyidik kasus kerusuhan Mei. Kontras juga meminta DPR segera menggunakan kewenangannya mengusulkan kepada presiden mengeluarkan Keppres Pembentukan Pengadilan Ad Hoc HAM. (rel/edi s)

Berita Terkait