Surat Terbuka untuk Anies Baswedan

Yth, Bpk Anies Baswedan

GUBERNUR DKI JAKARTA

di Jakarta.

Prihal : Bendera Negara Peserta Asian Games.

Salam Indonesia,

JUJUR sebenarnya saya muak melihat tampang anda yang selalu berprilaku bak orang idiot. Dibilang dungu anda sekolah dan punya gelar Profesor. Anda juga diusung orang-orang bermoral termasuk Pak JK, walau menangnya pakai isu SARA yang memalukan umat Islam nusantara. Kecuali Islam banci yang menjual simbol agama tapi kelakuan picisan.

Singkat saja, kami tau anda tidak suka dengan presiden Jokowi, anda dipecat dari menteri karena dipandang todak mumpuni. Kapasitas anda tidak ada seujung kuku hitamnya Susi Pudjiastuti yang baru dapat ijazah paket C SMA, tapi bisa memberi kuliah umum di Havard University. Tidak seperti kalian gelarnya Profesor pikirannya kendor.

Anda gubernur paling malu-maluin, meneruskan kerjaan Ahok saja anda tak mampu dan kelihatan guoblok. Gitu kok cengengesan kemampuan peres mau nyapres, ngurus got saja kalian tak beres.

Saat ini Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, event bergengsi yang harus diurus dengan serius. Progressnya sangat menakutkan, dari mulai terotoar nyaris tak kelar, sampai Menteri PU turun membereskan. Puncaknya beberapa hari ini tiang bendera separoh batang bambu dipakai memasang bendera negara peserta, ini sungguh memalukan dan kelihatan anda sengaja memalukan Indonesia yang notabene negara anda dan negara kami juga.

Tidak usah bicara pribumi anda bukan keturunan Mataram seperti kami anda adalah pendatang yang menumpang tiba-tiba mengaku nenek moyangnya pejuang.

Tindakan luar biasa yang disengaja ini sudah sangat tidak bisa ditolerir. Kasarnya anda sudah menjadi musuh bangsa Indonesia, anda tidak pantas duduk di Balai Kota karena anda bukan orang yang bisa dimuliakan, anda orang hina bermuka dua.

Kami tidak membahas janji anda kepada orang Jakarta yang bisa anda kibuli. Tapi ini masalah Indonesia dan menyangkut harga diri. Jadi kami punya hak untuk menuntut anda sebaiknya enyah dari Indonesia menyusul teman anda yang sama-sama Arab-nya menjadi pelari terlama di luar sana. Mengaku ulama kelakuan kayak onta. Sama dengan anda mengaku pribumi kelakuan kayak banci.

Kita fokus masalah bendera kalau anda tidak bisa mengganti tiangnya biar kami yang menggantinya. Kami masih bisa membeli tiang bendera yang menaikkan harga diri.

Salam NKRI

Subiakto.

Berita Terkait

Komentar

Komentar