Swakelola Normalisasi Sungai oleh Dinas Teknis DKI Merupakan Terobosan yang Tepat

sungai

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Sungai-sungai dan saluran yang sering mampat akibat pendangkalan lumpur maupun penampungan sampah yang banyak, memerlukan upaya penanganan yang cepat. Sehingga, kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang merencanakan swakelola proyek normalisasi sungai dan saluran oleh Dinas Pekerjaan Umum sebagai pelaksana teknis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, merupakan terobosan yang tepat.

Gubernur menyampaikan hal itu seusai rapat antisipasi banjir di Balai Kota Jakarta, hari Kamis (18/12). Menurut Basuki, proyek nomalisasi adalah pekerjaan rutin yang dikerjakan setiap tahun. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI juga sudah memiliki alat berat yang bisa difungsikan untuk mengeruk pendangkalan maupun pembersihan sampah dari sungai. Swakelola dilakukan untuk memangkas waktu pengadaan barang dan jasa yang selama ini harus melalui proses lelang.

Dalam sistem swakelola, Dinas PU bertugas sebagai manajer yang mengatur semua penggunaan alat berat dan menginstruksikan langsung pengerjaannya. Dengan swakelola alat berat dan teknis pekerjaan terkait infrastruktur pengairan, pengerukan endapan, sumbatan sampah, penurapan, dll, diharapkan lebih cepat dikerjakan. Pemeliharaan sungai, saluran, dan waduk, bisa dilakukan lebih cepat, terkait tingginya laju pengendapan lumpur atau banyaknya sampah, termasuk eceng gondok yang tumbuh cepat.

Untuk penambahan atau pembelian alat-alat berat untuk memenuhi kebutuhan, Basuki berharap dapat dilakukan melalui sistem e-catalog, dimana sistem yang ada di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah harus lebih fleksibel. Selain itu, Gubernur Basuki juga pernah mengusulkan agar proyek normalisasi sungai dan waduk yang selama ini ditangani pusat (Kementerian PU) diserahkan saja ke daerah, termasuk anggarannya dari APBN. Pengerjaan normalisasi 13 sungai yang bermuara di Jakarta, sangat mendesak dilakukan, untuk mengatasi banjir yang setiap tahun mengancam warga Jakarta. (anthon)

Berita Terkait