Tabungan Deposito Dipotong Pajak

deposit

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Meningkatkan kepatuhan pajak akan dilakukan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan melalui Peraturan Direktur Jenderal Pajak (Perdirjen) Nomor PER-01/PJ/2015 tentang pemotongan pajak tabungan deposito.

Ditjen Pajak mewajibkan perbankan menyerahkan data bukti Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) deposito dan tabungan milik nasabahnya secara rinci.

Direktur Transformasi Proses Bisnis Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Wahju Karya Tumakaka mengaku mendengar rumor Perdirjen Pajak tersebut memicu capital flight, alias keluarnya dana-dana dari dalam ke luar negeri.“Ada rumor katanya kalau begini bisa ada capital flight” kata Wahju, Selasa (17/2/2015).

Menurut Wahju, keluarnya dana-dana ke luar negeri dalam jumlah besar secara masif tentunya akan menjadi kecurigaan PPATK. Jika deposito diperoleh dari sumber yang sah, tentunya tidak perlu ada kekhawatiran ketika DJP meminta pelaporan teperinci tiap nasabah.

Perdirjen Pajak ini dikeluarkan tanggal 26 Januari 2015, sehingga belum semua pihak mengetahui, dan dapat menerima. Perdirjen Pajak ini hanyalah perubahan tata cara pelaporan saja dari bank.Perdirjen Pajak ini, imbuh dia, berlaku efektif sejak ditandatangani. (siswoyo)

Berita Terkait

Komentar

Komentar