Tahun 2015, Pertumbuhan Ekspor Pulp dan Kertas 300 %

231214-ekbis

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Andaikata pemerintah mau memberikan insentif ekspor, pertumbuhan ekspor pulp dan kertas 300 persen, tidak perlu menunggu sampai 2016. Tahun 2015 hal itu sudah pasti terwujud.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Rusli Tan pada forum diskusi ‘’Optimalisasi Hulu dan Hilir untuk Peningkatan Nilai Ekspor Pulp & Kertas yang diselenggarakan Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, Selasa.

Mengekspor kertas lanjutnya tidak ada masalah dan hambatan bagi dunia usaha, dengan catatan, pemerintah harus serius membuka keran ekspor dan jangan hanya sebatas obrolan.

Di bagian lain keterangannya dikatakan bahwa pemerintah perlu mengapresiasi upaya pelaku usaha untuk berinvestasi dengan memberikan kemudahan dengan memberi akses pengelolaan ke lahan gambut dan tanah terlantar.

‘’Langkah itu juga sebagai upaya memperkecil risiko terjadi kebakaran hutan,’’ kata Rusli Tan sambil menambahkan bahwa dirinya merasa aneh melihat pertumbuhan industr pulp dan kertas di Indonesia.

Sekitar 30 tahun silam menurutnya, dunia sudah menyatakan kalau Indonesia adalah negara penghasil kertas terbesar di seluruh dunia. ‘’Eh..taunya Tiongkok yang baru delapan tahun membangun industri pulp dan kertas, mengungguli Indonesia,’’ tambahnya.

Di bidang industri pulp dan kertas menurutnya, Indonesia menjadi tidak ada apa-apanya lagi yang sebelumnya sudah diperhitungkan seluruh pelaku industri pulp dan kertas seluruh dunia malah Indonesia menjadi suatu negara pengimpor pulp dan kertas. ‘’Aneh kan ?,’’ dia bertanya.

Selanjutnya dikatakan bahwa pemerintah harus mendorong usaha hutan tanaman industry (HTI) sebab pelarangan terhadap pengembangan HTI beresiko mendorong illegal logging.

Berbicara proyeksi tahun 2015, dia mengatakan agak berat karena lebih banyak mengandalkan pasar domestic ketimbang pasar ekspor yang terus menurun sementara pasar domestic juga menjadi inceran produk impor dari Tiongkok, Jepang, Korea, Taiwan, Malaysia dan Thailand. (sabar)

Berita Terkait