Tahun Ini tidak Ada Program Restrukturisasi Industri Tekstil

130722_mesin-tekstil

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Direktur Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka Kementerian Perindustrian Muhdori menilai pertumbuhan sektor industri tekstil sebesar 1,6% cukup bagus. Namun, tahun ini tidak ada program restrukturisasi bagi industri tekstil skala besar karena Kemenperin akan melakukan evaluasi dampak pertumbuhan pada industri.

‘’Kementerian Perindustrian tunda pemberian fasilitas restrukturisasi permesinan bagi industri tekstil skala besar tahun ini. Padahal industri tercatat tumbuh 1,6% kuartal I/2016. Jadi kalau yang dari pemerintah tahun ini tidak ada . Kami sedang mengevaluasi signifikansi dan melihat apakah ada dampak perbaikan pada industri tekstil atau tidak. Hasil evaluasinya akan diteruskan pada program restrukturisasi pada 2017,” katanya.

Fasilitas permesinan bagi industri tekstil telah diberikan sejak 2007, maka menurutnya perlu ada peninjauan kembali karena ada kemungkinan kebutuhan industri berubah.

Mungkin tujuh tahun lalu yang dibutuhkan mesin tekstil tapi untuk lima tahun ke depan bisa jadi sudah bukan itu lagi. “Mungkin energi, green industry, atau iklim ,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G. Ismy tetap berharap pemerintah terus meberikan fasilitas bagi industri karena fasilitas permesinan bisa meningkatkan pengembangan industri.

“Harusnya tetap jalan karena fasilitas tersebut merupakan stimulus bagi industri untuk pengembangan kapasitas. Karena kalau enggak ada industri baru atau pengembangan berarti tidak ada penambahan tenaga kerja,” katanya.

Berdasarkan data API, jumlah tenaga kerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) skala besar dan menengah pada 2014 mencapai 1,66 juta orang, atau naik 4,9% dibanding 2013. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar