Tak Terima Abangnya Dikucilkan, Ibas Suruh Ruhut Mundur

971456131424.jpg22

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Politisi dari Partai Demokrat mempunyai sikap yang berbeda dengan partainya dengan memberi dukungan terhadap Gubernur Jakarta, Ahok.

Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang biasa dipanggil Ibas ini memberikan saran untuk Ruhut bisa mengundurkan diri dari partai.

Ia menjelaskan bahwa sangat wajar bila memang ada kader yang punya pendapat lain dari partainya sendiri. Tapi hal tersebut seharusnya diutarakan sebelum partainya mengambil sikap secara resmi soal dukungan.

Pada waktu partai telah membuat keputusan resmi, maka untuk semua kader harusnya bisa tunduk di bawah garis kepartaian.

“Ketika keputusan berjenjang, akuntabel, transparan sudah diambil, maka sejak itulah semua kader harus berjuang bersama, bersatu untuk mensukseskan keputusan tersebut, begitulah etika politiknya,” tegas Ibas.

Ibas memberikan isyarat tegas supaya semua kader partai Demokrat yang punya pandangan lain terhadap partainya agar bisa mengambil sikap yang tegas.

Mereka harus tegas melakukan pengunduran diri dari partai Demokrat dan mencari jalan lain sesuai dengan pemikirannya tersebut.

“Namun saya yakin kecintaan Saudara Ruhut yang telah berjuang dan menjadi bagian dalam membesarkan Partai Demokrat tidak pernah pudar pada partai yang disayanginya,” ungkap Ibas.

Ruhut Sitompul sebagai kader dari partai Demokrat, sejak awal memang sudah menyatakan dukungannya terhadap Ahok dan sangat keras menolak keputusan dari partainya tersebut.

Ruhut juga tak sendiri karena ada juga anggota partai Demokrat lainnya yang juga mendeklarasikan dukungannya terhadap Ahok. Ia adalah anggota Wanbin Partai Demokrat, Hayono Isman yang telah menyatakan dukungannya untuk Ahok, bahkan Ia mengutarakan bahwa semua keluarganya dukung Ahok.

Ruhut menyatakan bahwa dirinya tak takut kalau memang harus dipecat oleh partai Demokrat. Ia menyatakan kalau Ketum Partai Demokrat, SBY tak mungkin memecatnya dari partai.

“Aku sudah buktikan. Ini juga kalau kira-kira gimana (tidak nyaman -red), lihat aku, kan nggak susah. Pecat saja aku. Aku dikucilkan dukung Jokowi, yang menang siapa? Nyatanya Pak SBY (Ketum PD) nggak pecat aku,” tutup Ruhut.(red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar