Taman Reptilia di Museum Komodo TMII

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (Tubas) – Sebuah sarana baru yang diresmikan menandai perayaan seperempat abad Tanan Mini Indonesia Indah (TMII), adalah Taman Reptilia. Dengan luas 6.000 meter persegi, taman yang dibangun dengan memanfaatkan lahan di sekitar halaman museum komodo ini, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari upaya revitalisasi fungsi museum komodo di lingkungan TMII sejak tahun 1976.

Menurut Kepala Pengelola, Suci, berbagai jenis reptil dari seluruh Indonesia yang berjumlah lebih dari 80 jenis dan mencakup 4 bangsa reptilia, baik yang hidup di daratan maupun akuatik, dikelompokkan menurut jenisnya. Penyajianya didasarkan pada tema pantai dan pesisir, lahan pamah (daratan rendah), meliputi habitat pantai alami dan pemukiman , serta lahan tinggi, termasuk hutan pegunungan.

Komodo merupakan sisa binatang purba yang sudah langka dan hanya terdapat di Indonesia. Bukti keunikan dan kekayaan alam Indonesia di dalam museum dengan arsitektur berbentuk komodo ini, dapat dilihat berbagai jenis fauna Indonesia, baik yang sudah langka maupun yang masih lestari dalam wujud diawetkan.

“Keunikan reptilia inilah yang kemudian mengilhami dibangunnya taman reptilia yang menampilkan reptilia hidup dari seluruh nusantara. Selain kandang kandang terbuka dan tertutup yang didesain mendekati gambaran habitat aslinya, taman ini juga dilengkapi panggung hiburan untuk atraksi reptil yang hingga kini sudah dapat membiakkan ular sanca batik sampai 14 ekor. Ini merupakan sebuah keberhasilan, jelasnya kepada Tubas, pekan lalu. (gunawan)

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar