Tampaknya Aksi Jual Masih Akan Berlanjut

IHSG-HM

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memaparkan, imbas melemahnya laju bursa saham AS dan Eropa hingga Asia memberikan kesempatan bagi pelaku pasar untuk melakukan aksi jual yang tak terbendung.

“Rilis kinerja emiten yang hampir sebagian besar sudah keluar tampaknya telah price in di pasar dimana kinerjanya rata-rata inline dengan perkiraan meskipun ada beberapa diantaranya yang di bawah estimasi,” kata Reza, Kamis (2/4/15).

Dengan telah price in nya kinerja keuangan emiten membuat bahan ekspektasi kian berkurang dan memuluskan aksi jual. Bahkan rilis kenaikan inflasi yang lebih rendah dari estimasi dan penguatan laju Rupiah tampaknya kurang mampu mempertahankan IHSG di zona hijaunya.

“Kondisi inipun telah kami peringatkan sebelumnya dimana, meski kami mengharapkan masih adanya aksi beli (terutama setelah asing kembali nett buy) namun, tetap cermati adanya potensi pembalikan arah jika data-data ekonomi yang dirilis tidak sesuai ekspektasi dan imbas mulai melemahnya sejumlah bursa saham global,” ujar Reza.

Hal positif dari penurunan ini ialah telah tertutupinya utang gap 5460-5484 sehingga masih ada utang gap di 5398-5413 dan 5343-5350. Meski terjadi penurunan, investor asing kembali melakukan nett buy (dari net buy Rp 822,08 miliar menjadi net buy Rp 490,26 miliar).

Dari 445 emiten yang telah merilis kinerjanya hingga 31 Maret 2015, sebanyak 276 emiten mencatatkan pertumbuhan yang positif dan sisanya mengalami penurunan pendapatan. Sementara 223 emiten mencatatkan pertumbuhan laba bersih positif dan sisanya mengalami penurunan pertumbuhan laba bersih. Peningkatan kinerja terlihat lebih banyak ditopang oleh sektor keuangan yang mampu memberikan peningkatan pertumbuhan pendapatan yang positif.

Pada perdagangan Kamis (2/4/15) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5447-5458 dan resisten 5487-5528. Laju IHSG gagal mendekati area target resisten (5527-5536) dan turun berada di bawah area target support (5480-5496).

Meski utang gap 5459-5484 (30-31 Maret) telah dilunasi namun, masih ada utang gap lama di level 5342-5372 (17-18 Februari) dan utang gap di level 5397-5411 (27-28 Maret 2015). “Melihat kondisi tersebut, tampaknya aksi jual masih dimungkinkan dapat berlanjut,” ujar Reza.

Akan tetapi, jika laju bursa saham global mampu memberikan angin positif maka diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas. Tetap cermati adanya potensi pelemahan lanjutan.

Pertimbangan saham-saham antara lain :

MPPA 3980-4175|Bullish harami dekati middle Bollinger band (MBB ). Volume beli mencoba naik diikuti peningkatan william’s %R|Trd buy slm bertahan di atas 4060

UNTR 21700-22350|Hammer dekati UBB. RSI bergerak naik mendekati pencapaian level 22350 (pada 3/3) diiringi peningkatan MFI|Trd buy slm bertahan di atas 21950

INTP 21800-22125|Hammer dekati MBB. MFI bergerak naik diikuti peningkatan momentum namun, target resisten 22075|Trd sell jika 21900 gagal bertahan

LPKR 1340-1400|White marubozu menuju UBB. New break high kembali dibentuk & bahkan menyamai level tertinggi di 1370 (20/9/2013) diiringi kenaikan RSI|Trd buy slm bertahan di atas 1355

MIKA 22150-22650|Meeting lines mencoba berbalik naik diikuti peningkatan %relative performance|Trd buy slm bertahan di atas 22300

SRIL 227-252|Morning star di atas MBB. Parabollic SAR tertahan penurunannya diikuti berbalik naik MFI|Trd buy slm bertahan di atas 235. (angga)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar