Tangkap Ibas dan Choel Mallarangeng!!!!!

11-jpg2

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Puluhan orang yang mengatasnamakan Tangkap Total Keadilan menggelar unjuk rasa menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Koordinator Tangkap Total Keadilan, Kurniadi Noor mengatakan, unjuk rasa ini menyambut Hari Anti Korupsi se-Dunia  9 Desember 2016 yang sekaligus memberikan dukungan kepada KPK.

“Dalam rangka menyambut Hari Anti Korupsi, kami kembali memberikan support kepada KPK untuk menyelesaikan kasus-kasus korupsi,” kata Kurniadi, di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (8/12).

Dalam kesempatan itu, mereka mendesak KPK melanjutkan penanganan kasus-kasus besar yang sempat mangkrak seperti Century, Hambalang, SKK Migas. Termasuk kasus proyek pengadan KTP berbasis elektronik, kasus lama yang belakangan kembali diperiksa KPK.

“KPK harus periksa dan tangkap orang-orang yang diduga terlibat. Ada Choel Mallarangeng dan Ibas. KPK jangan sampai takut memeriksa Ibas hanya karena dia anak Presiden ke-6 RI,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Parade rezim SBY tuntaskan kasus korupsi e-KPT” dengan memuat foto Ibas yang sekaligus sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat.

Selain itu, ada juga spanduk “Menolak lupa, dinasti bahaya dinasti korupsi” dan spanduk lainnya bertuliskan “KPK jangan takut, tampil seperti pejuang” yang disertai foto mantan Ketua KPK Antasari Azhar.

Mereka juga membawa poster-poster kecil. Poster tersebut memuat tulisan tangkap Jero Wacik, tangkap Ibas dan tangkap Choel Mallarangeng. Lengkap dengan gambar masing-masing nama yang disebut tersebut.

Jero Wacik merupakan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Dia merupakan narapidana kasus penyalahgunaan penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi dan saat ini mendekam di Rumah Tahanan Negara Kelas I Cipinang.

Sementara pria bernama lengkap Andi Zoelkarnaen Mallarangeng ini merupakan tersangka kasus korupsi proyek pembangunan, pengadaan, serta peningkatan sarana dan prasarana sekolah olahraga di Hambalang tahun 2010-2012. Namun dia belum ditahan.

Sedangkan Ibas hanya disebut-sebut terkait kasus korupsi. Tudingan misalnya disampaikan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Putra bungsu SBY tersebut disebut terlibat kasus proyek Hambalang dan proyek di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Namun, soal keterlibatan Ibas ini, sudah ramai-ramai dibantah sebelumnya. Baik oleh elite Partai Demokrat, kuasa hukum dan juga Ibas sendiri.

“1.000 persen saya yakin kalau saya tidak menerima dana dari kasus yang disebut-sebut selama ini,” kata Ibas dalam pernyataan pers beberapa waktu lalu. Sama seperti apa yang sering diucapkan Anas Urbaningrum yang nyatanya dia masuk kerangkeng. (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar