Tangsel, Wilayah dengan Penularan Virus Corona Tertinggi di Banten

SERPONG, (tubasmedia.com) – Wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali berstatus sebagai kawasan dengan tingkat penularan infeksi covid-19 tertinggi di Banten.

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan status baru itu diberikan usai ditemukannya penularan infeksi covid-19 pada wilayah kerjanya itu.

“Ya memang kami prihatin ya, sekarang Tangsel menurut BNPB kembali ke status merah. Memang dalam evaluasi kita juga terjadi penurunan kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan dari 85 persen, sekarang 78 persen,” kata pria yang akrab disapa Ben ini di kawasan Cilenggang, Serpong, Tangsel pada Senin (14/9/2020).

Ben menjelaskan meninggnya kasus infkesi di wilayah kerjanya bersamaan dengan kembali berangsurnya kenormalan aktifitas maupun mobilisasi masyarakat.

Menurutnya, berangsurnya secara normal mobilisasi masyarakat membuka jalur masifnya penularan yang terjadi. Ditambah lagi kepatuhan protokol kesehatan saat beraktifitas, perlahan banyak diabaikan praktiknya saat aktifitas berlangsung.

“Kasus-kasus konfirmasi positif belakangan ini 75% itu hasil interaksi warga Tangsel di luar Tangerang Selatan. Tanpa sadar dia membawa virus ke lingkungan di Tangsel akhirnya menulari keluarga, lingkungan atau dirinya sendiri,” jelas Ben.

“Kenanya bukan di Tangsel, tapi di luar lalu dibawa ke Tangsel. Sekarang gejalanya itu enggak ada batuk, enggak ada sesak nafas lagi, tapi dia enggak sadar kalau penciumannya hilang, rasanya hilang dan dianggap hal biasa saja gitu, jadi kebanyakan OTG (orang tanpa gejala),” lanjutnya.

Dalam mengantisipasi penyebaran yang semakin masif, Ben mengaku pihak otoritas Kota Tangsel mulai kembali mengaktifkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tangsel di tingkat RT dan RW setempat.

Ia menilai langkah tersebut dapat meminimalisir penyeberan yang masif terlebih bagi kawasan yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta.

“Kita akan aktifkan mereka, RT, RW, Gugus Tugas di tingkat bawah harus yang pertama kali tahu. Jadi deteksi dini itu di lakukan di Gugus Tugas level terbawah. Saya sudah sosialisasi kepada mereka, kami berkunjung ke semua kecamatan, kami mintakan kepada yang berbatasan-berbatasan itu untuk efisien dan efektif dan jangan abai,” pungkasnya. (red)

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar