Taput Ciptakan Penangkar Bawang Putih.

TARUTUNG, (tubasmedia.com) – Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) memiliki potensi mengembangkan pertanian bawang putih. Pasalnya, Taput, memiliki iklim dan topografi (agroklima)  standar rata-rata ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut (dpl).

“Peluang ini harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujar Kadis Pertanian Taput melalui Kabid Holtikultura, Sahat Silalahi, SP MSi kepada tubasmedia.com, Senin (22/7) di kantornya.

Target 500 ribu ton untuk swasembada bawang putih secara nasional tahun 2020, Taput mendapat alokasi pengembangan bawang putih sekitar 30 hektar.

Kecamatan yang berpeluang untuk pengembangan bawang putih tahun ini menurutnya adalah Kecamataan Siborong-borong, Pangaribuan, Sipoholon dan Sipahutar.

” Nantinya bibit bawang putih itu akan diterima Kelompok Tani,” jelas Sahat.

Saat ini kata Sahat, 95 persen bawang putih di  Indonesia masih impor. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Taput berperan akan menanami bawang putih diatas lahan 30 hektar.

Dari target swasembada bawang putih itu,  besar efek dominonya bagi masyarakat petani di Taput. Makanya petani harus benar- benar  serius dan berperan dalam mengembangkan bawang putih.

Selain berpotensi dalam mengembangkan bawang putih, Taput juga akan menciptakan penangkar bawang putih.

” Kita akan bisa  sebagai penyedia sumber benih bawang putih.Karena masih sedikit penyedia sumber benih bawang putih di Indoneneia,” cetus Sahat. (tony)

Berita Terkait

Komentar

Komentar