Teater Tradisonal Betawi Gelar “Mirah Jago Marunda”

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (Tubas) – Anjungan DKI Jakarta (ADJ) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar teater tradisional Betawi dengan judul “Mirah Jago Marunda”. Menurut pimpinan Unit Pelaksana Teknis ADJ, TMII H. Sumarno cerita ini tentang Mirah yang merupakan anak satu-satunya seorang jawara, Bang Bodong yang ditakuti dan disegani oleh para jagoan serta rakyat yang tinggal di daerah Marunda Jakarta Utara.

Mirah yang berparas cantik, mempunyai sifat kelaki-lakian. Kelincahannya bertambah setelah ia mendalami ilmu bela diri dari bapaknya. Karena kepandaiannya bermain silat, tak ada seorang laki-laki pun yang mampu menandingi dan mangalahkannya. Sampai umur 20 tahun ia belum mau dilamar orang.

Setiap ada lamaran selalu ditolaknya, karena ia sayang kepada bapaknya. Setelah bapaknya mengetahui hal itu, maka Mirah dipaksa untuk menerima lamaran. Tetapi Mirah mengajukan persyaratan. Siapa saja yang ingin menjadi suaminya, harus dapat mengalahkan dirinya. Namun semua lamaran tidak dapat diterima, karena mereka dapat dikalahkan oleh Mirah, termasuk Tirta seorang jawara dari Karawang.

Bersama dengan itu, di Kemayoran hiduplah seorang Asni jawara yang pendiam, tetapi ilmu bela dirinya sangat tinggi. Di daerah Kemayoran sering terjadi perampokan pada tuan-tuan tanah dan orang-orang kaya. Seringnya terjadi kekacauan dan banyaknya perampokan, maka pemerintah Belanda turun tangan untuk menangkap pengacau itu. Ternyata pengacau dan perampok yang dicari itu adalah Tirta yang pernah dikalahkan Mirah. (gunawan)

Berita Terkait

Komentar

Komentar