Tega, Bantuan Siswa Miskin Dipotong

bantuan

PAMEKASAN, (tubasmedia.com) – Benar-benar tega, bantuan siswa miskin dipotong. Itulah yang dialami FT seorang siswi di Madrasah Tsanawiyah Ma’arif IX, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Lantaran itu FT menangis. Ada apa ?

Entahlah apa yang berkecamuk di hati dan pikiran FT saat itu. Yang pasti, FT menangis setelah Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dicairkan di sekolahnya, Selasa (13/1/2015) dipotong pihak sekolah. Tidak tanggung-tanggung, sekolah memotong hingga Rp 500.000 dari Rp 700.000 uang BSM yang diterima setiap siswa miskin. Di sekolah itu ada 26 siswa yang menerima BSM.

Menurut FT BSM dicairkan secara langsung oleh pihak bank di sekolah dan diberikan kepada masing-masing siswa secara utuh Rp 700.000 dan lengkap dengan nomor rekeningnya. Dengan senang semua siswa miskin membawa pulang BSM ke rumah. Tetapi, pihak sekolah lalu meminta BSM tersebut dikembalikan lagi Rp 500.000.

Pemotongan BSM itu disertai ancaman dari pihak sekolah. Jika siswa tidak mau dipotong, maka pada pencairan berikutnya namanya akan dicoret. Jika mau dipotong, maka pada pencairan berikutnya masih diberi kesempatan. “Saya takut dan saya kembalikan Rp 500.000” kata FT. Pemotongan itu tidak hanya dialami FT juga teman-teman FT yang sama-sama menerima BSM.

Kepala MTs Ma’arif IX, Khairul Anam saat dihubungi membenarkan adanya pemotongan BSM. Alasanya, pemotongan itu untuk pemerataan bagi siswa yang tidak mendapat BSM. Pemotongan itu sudah berdasarkan kesepakatan dengan para siswa sendiri. Bahkan kesepakatan itu dituangkan dalam perjanjian bermaterai. (siswoyo)

Berita Terkait

Komentar

Komentar